0
News
    Home Artemis II Berita Bulan Featured Spesial

    4 Astronaut Berangkat ke Bulan dalam Misi Artemis II - Liputan6

    8 min read

     

    4 Astronaut Berangkat ke Bulan dalam Misi Artemis II

    Artemis II adalah misi pertama dalam lebih dari 50 tahun yang membawa manusia terbang kembali ke Bulan.

    Para awak misi Artemis II NASA, penerbangan berawak yang akan mengitari Bulan, mengikuti konferensi pers di Kennedy Space Center , Sabtu (17/1/2026). Kiri ke kanan: astronaut Badan Antariksa Kanada Jeremy Hansen, spesialis misi; Christina Koch; pilot Victor Glover; dan komandan Reid Wiseman. (Dok. AP/John Raoux)
    Paling sering ditanyakan
    • Apa itu misi Artemis II?
    • Siapa saja astronaut yang terlibat dalam misi Artemis II?
    • Apa tujuan utama program Artemis?
     Baca artikel ini 5x lebih cepat

    Liputan6.com, Washington, DC - Empat astronaut berhasil diluncurkan dari Florida pada Rabu (1/4/2026) dalam misi Artemis II milik NASA, sebuah perjalanan berisiko tinggi selama 10 hari mengelilingi Bulan. Misi ini menjadi langkah paling ambisius Amerika Serikat (AS) untuk mengembalikan manusia ke permukaan Bulan dalam dekade ini, sebelum misi pendaratan berawak pertama China terlaksana.

    Peluncuran dilakukan menggunakan roket Space Launch System (SLS) milik NASA yang membawa kapsul awak Orion. Roket tersebut lepas landas tepat sebelum Matahari terbenam pada pukul 22.35 GMT (Kamis 2 April pukul 05.35 WIB) dari Kennedy Space Center. Peluncuran berlangsung dramatis, dengan suara gemuruh yang kuat serta semburan asap putih tebal yang membumbung tinggi.

    Melansir laporan CNA, empat astronaut yang tergabung dalam misi Artemis II adalah Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, serta astronaut dari Canadian Space Agency, Jeremy Hansen. Mereka akan menjalani ekspedisi hampir 10 hari mengelilingi Bulan dan kembali ke Bumi, sekaligus menjadi manusia yang menempuh jarak terjauh dalam sejarah penerbangan luar angkasa.

    Beberapa menit sebelum peluncuran, Hansen menyampaikan pesan dari dalam kapsul Orion, "Kami berangkat untuk seluruh umat manusia."

    Sementara itu, Direktur Peluncuran Charlie Blackwell-Thompson memberikan pesan semangat kepada awak, menyebut misi ini membawa harapan generasi baru serta semangat kolaborasi global.

    Misi Artemis II merupakan hasil dari hampir tiga tahun pelatihan intensif dan menjadi penerbangan berawak pertama dalam program Artemis, yang diluncurkan pada 2017. Program ini merupakan proyek bernilai miliaran dolar yang bertujuan membangun kehadiran jangka panjang AS di Bulan dalam dekade mendatang.

    Peluncuran ini juga menjadi tonggak penting bagi roket SLS, yang dikembangkan selama lebih dari satu dekade oleh kontraktor utama seperti Boeing dan Northrop Grumman. Keberhasilan ini memberikan validasi bahwa sistem setinggi 30 lantai tersebut mampu membawa manusia ke luar angkasa dengan aman, di tengah meningkatnya ketergantungan NASA pada roket komersial yang lebih murah seperti milik SpaceX.

    Sekitar tiga setengah jam setelah peluncuran, kapsul Orion yang dibuat oleh Lockheed Martin akan memisahkan diri dari tahap atas roket di orbit Bumi. Setelah itu, awak akan mengambil alih kendali manual untuk menguji kemampuan navigasi dan manuver pesawat, termasuk melakukan berbagai uji coba penting sepanjang misi.

    Misi Artemis II menjadi langkah awal krusial dalam program utama eksplorasi Bulan AS. NASA menargetkan pendaratan manusia berikutnya di Bulan pada tahun 2028 melalui misi Artemis IV, yang akan menjadi pendaratan pertama sejak misi Apollo terakhir pada 1972.

    Tekanan terhadap NASA semakin besar karena China juga mengembangkan program Bulan mereka dengan rencana pendaratan astronaut sekitar tahun 2030.

     

    Melampaui Rekor Apollo 13

     

    Dalam misi ini, awak Artemis II akan menempuh jarak sekitar 406.000 kilometer dari Bumi, melampaui rekor sebelumnya sejauh 399.117 kilometer yang dicapai oleh kru misi Apollo 13 mission pada tahun 1970. Misi Apollo 13 saat itu mengalami gangguan teknis akibat ledakan tangki oksigen sehingga gagal mendarat di Bulan.

    NASA sendiri telah menguji jalur serupa pada 2022 melalui misi Artemis I tanpa awak, yang mengirimkan kapsul Orion mengelilingi Bulan dan kembali ke Bumi.

    Namun, Artemis II akan menjadi ujian yang lebih besar bagi roket SLS dan kapsul Orion. Program pengembangan SLS yang dimulai sejak 2010 dikenal memiliki biaya yang membengkak, dengan estimasi antara 2 hingga 4 miliar dolar AS per peluncuran.

    Di sisi lain, perusahaan swasta seperti SpaceX milik Elon Musk dan Blue Origin milik Jeff Bezos juga tengah berlomba mengembangkan kendaraan pendarat yang akan digunakan NASA untuk membawa astronaut ke permukaan Bulan.

    Awalnya, Artemis III direncanakan sebagai misi pendaratan manusia berikutnya di Bulan. Namun, Administrator NASA yang baru, Jared Isaacman, pada Februari lalu menambahkan satu misi uji tambahan sebelum pendaratan tersebut dilakukan.


    Komentar
    Additional JS