0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    Washington Sulit Berkelit, Video & Fragmen Rudal Kuatkan Bukti Amerika Pelaku Serangan Sekolah Iran - Tribunnews

    10 min read

     

    Washington Sulit Berkelit, Video & Fragmen Rudal Kuatkan Bukti Amerika Pelaku Serangan Sekolah Iran

    Serangan rudal yang menghantam sebuah sekolah dasar di Iran pada 28 Februari 2026 kini menjadi sorotan internasional.


    Ringkasan Berita:
    • Sebuah serangan rudal menghantam SD Shajareh Tayyiba di kota MinabIran, pada 28 Februari 2026. 
    • Tragedi ini mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dalam skala besar, yakni sedikitnya 168 anak-anak dan 14 guru tewas.
    • Penyebab Utama Berdasarkan penyelidikan awal militer Amerika Serikat, serangan ini diduga kuat merupakan kesalahan teknis dari pihak AS.

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Serangan rudal yang menghantam sebuah sekolah dasar di Iran pada 28 Februari 2026 kini menjadi sorotan internasional setelah penyelidikan awal militer Amerika Serikat menunjukkan bahwa Washington kemungkinan besar bertanggung jawab atas tragedi tersebut. 

    Serangan yang menghantam Sekolah Dasar Shajareh Tayyiba di kota Minab itu dilaporkan menewaskan sedikitnya 168 anak dan 14 guru, menurut media pemerintah Iran

    Peristiwa ini diduga terjadi akibat kesalahan data penargetan militer Amerika yang sudah usang.

    Menurut sumber yang mengetahui hasil awal penyelidikan militer AS, rudal yang menghantam sekolah tersebut sebenarnya ditujukan untuk menyerang fasilitas militer Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang berada di dekatnya. 

    Namun, kesalahan koordinat target membuat rudal menghantam bangunan sekolah yang dipenuhi murid pada pagi hari.

    Penyelidikan awal menemukan bahwa Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command) membuat koordinat target menggunakan data lama yang disediakan oleh Defense Intelligence Agency (DIA).

    Informasi yang tidak diperbarui ini menyebabkan bangunan sekolah masih tercatat sebagai bagian dari kompleks militer Iran.

    “Serangan itu kemungkinan besar terjadi karena data penargetan yang sudah usang,” kata salah satu sumber yang diberi pengarahan mengenai temuan awal penyelidikan militer tersebut.

    Berdasarkan analisis citra satelit, bangunan sekolah memang pernah menjadi bagian dari kompleks pangkalan militer IRGC.

    Foto satelit dari tahun 2013 menunjukkan bahwa sekolah dan pangkalan militer berada dalam satu area yang sama. 

    Namun citra tahun 2016 memperlihatkan adanya pagar pemisah antara sekolah dan fasilitas militer, serta pintu masuk khusus untuk sekolah.

    Citra satelit terbaru pada Desember 2025 bahkan menunjukkan aktivitas puluhan orang di halaman sekolah yang tampak sedang bermain, menandakan lokasi tersebut telah berfungsi sebagai fasilitas pendidikan sipil dalam beberapa tahun terakhir.

    Temuan awal penyelidikan ini memperkuat bukti yang sebelumnya muncul di ruang publik bahwa serangan tersebut berasal dari militer Amerika Serikat. 

    Analisis video yang diverifikasi menunjukkan sebuah rudal yang diyakini sebagai Tomahawk Land Attack Missile menghantam area pangkalan IRGC di Minab pada hari yang sama.

    Dalam rekaman video yang diambil dari lokasi konstruksi di dekat area tersebut, terlihat rudal menghantam pangkalan militer. 

    Beberapa detik kemudian, kamera yang bergerak ke arah kanan memperlihatkan kepulan asap besar dari arah sekolah Shajareh Tayyiba.

    Selain rekaman video, puing-puing rudal yang ditemukan di lokasi juga memperkuat dugaan keterlibatan Amerika Serikat.

    Foto fragmen rudal yang dibagikan oleh televisi pemerintah Iran memperlihatkan bagian yang oleh para analis dinilai konsisten dengan rudal jelajah Tomahawk buatan Amerika.

    Rudal Tomahawk merupakan senjata presisi tinggi yang diproduksi oleh kontraktor pertahanan Amerika Raytheon. 

    Senjata ini hanya dimiliki oleh Amerika Serikat dan sejumlah kecil sekutu yang mendapatkan izin pembelian. Para ahli persenjataan menegaskan bahwa Iran tidak memiliki rudal jenis tersebut.

    “Fragmen yang terlihat pada foto tersebut tampak konsisten dengan rudal jelajah Tomahawk buatan Amerika,” demikian hasil analisis para pakar yang meninjau gambar tersebut.

    Meski demikian, pemerintah Amerika Serikat belum memberikan konfirmasi resmi terkait hasil penyelidikan awal ini. 

    Juru bicara Defense Intelligence Agency menyatakan bahwa kasus tersebut masih dalam proses investigasi. “Insiden ini sedang diselidiki; kami menyerahkan komentar lebih lanjut kepada Pentagon,” ujarnya.

    Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt juga menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung. “Seperti yang juga diakui oleh laporan The New York Times, penyelidikan masih berjalan,” kata Leavitt dalam pernyataannya.

    Sementara itu Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth mengatakan serangan tersebut akan diselidiki secara menyeluruh. 

    Ia juga menegaskan bahwa militer AS selalu berupaya menghindari korban sipil. “Kami akan menyelidikinya secara menyeluruh. Amerika Serikat telah berusaha dengan segala cara untuk menghindari korban sipil,” ujarnya.

    Di tengah berkembangnya bukti yang mengarah pada tanggung jawab Amerika Serikat, Presiden Donald Trump sempat mencoba mengalihkan kemungkinan penyebab serangan tersebut kepada Iran

    Dalam beberapa kesempatan ia bahkan menyatakan bahwa Iran mungkin bertanggung jawab atas serangan tersebut.

    Namun ketika ditanya mengenai laporan penyelidikan yang menyebut Amerika Serikat kemungkinan besar berada di balik serangan itu, Trump mengatakan dirinya belum mengetahui informasi tersebut. “Saya tidak tahu tentang itu,” kata Trump ketika ditanya oleh wartawan CNN.

    Tragedi Minab

    SD Shajareh Tayyiba adalah sebuah sekolah dasar khusus perempuan yang terletak di kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran bagian selatan.

    Pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026, yang merupakan hari pertama sekolah dalam pekan kerja di Iran, bangunan ini hancur total setelah dihantam oleh serangan rudal langsung di tengah jam pelajaran berlangsung.

    Tragedi ini mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dalam jumlah yang sangat besar, dengan laporan resmi menyebutkan sedikitnya 168 anak-anak berusia antara 7 hingga 12 tahun serta 14 guru tewas akibat reruntuhan beton bangunan yang menimpa mereka.

    Tragedi di Minab ini berpotensi menjadi salah satu kesalahan militer paling mematikan dalam beberapa dekade terakhir. 


    Komentar
    Additional JS