0
News
    Home Amerika Serikat Berita Donald Trump Dunia Internasional Featured Iran Israel Konflik Timur Tengah Spesial

    Trump Klaim Ayatollah Ali Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel, Menlu Iran Bantah: Masih Hidup! - Tribunnews

    6 min read

      

    Trump Klaim Ayatollah Ali Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel, Menlu Iran Bantah: Masih Hidup!

    Di tengah suasana Ramadan penuh khidmat, Indonesia digegerkan dengan kabar meletusnya perang di Timur Tengah pada Sabtu (28/2/2026).

    TRIBUNJAKARTA.COM - Di tengah suasana Ramadan penuh khidmat, Indonesia digegerkan dengan kabar meletusnya perang di Timur Tengah pada Sabtu (28/2/2026).

    Israel dan Amerika Serikat (AS) melakukan serangan militer besar-besaran ke Teheran, Ibu Kota Iran.

    Tidak lama berselang, muncul kabar Pemimpi Tertinggi IranAyatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan tersebut.

    Klaim Trump

    Melalui media sosial Truth Social, Trump mengonfirmasi tewasnya Khamenei.

    Trump menyebut kematian Khamenei adalah keadilan bagi seluruh dunia yang telah menjadi korban serangan Iran.

    "Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah tewas. Ini bukan hanya keadilan bagi rakyat Iran, tetapi juga bagi seluruh rakyat Amerika yang hebat, serta orang-orang dari berbagai negara di seluruh dunia yang telah terbunuh atau menjadi korban cacat akibat tindakan Khamenei dan kelompok preman haus darahnya," tulis Trump pada unggahan pukul 4.37 dini hari waktu AS, Minggu (1/3/2026).

    Presiden berusia 79 tahun itu menyebut Khamenei tak mampu berkilah dari teknologi intelijen canggih AS.

    "Ia tidak mampu menghindari sistem intelijen dan pelacakan kami yang sangat canggih, dan dengan bekerja sama erat dengan Israel, tidak ada satu pun yang bisa ia lakukan, maupun para pemimpin lain yang turut tewas bersamanya."

    "Ini merupakan peluang terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka. Kami mendengar bahwa banyak anggota IRGC (Islamic Revolutionary Guard Corps), militer, serta aparat keamanan dan kepolisian mereka tidak lagi ingin bertempur, dan sedang mencari jaminan imunitas dari kami," jelasnya.

    Menlu Iran Bantah

    Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, membantah klaim Trump yang juga digembar-gemborkan media Israel.

    Pada sebuah wawancara dengan NBC News pada Sabtu (28/2/2026) pukul 17.34 waktu Teheran, Abbas memastikan Khamenei masih hidup.

    "Sejauh yang saya ketahui, ya, mereka (Khamenei) masih hidup. Ketua lembaga peradilan juga masih hidup, begitu pula Ketua Parlemen. Semua pejabat tinggi masih dalam keadaan hidup, termasuk Sekretaris Dewan Keamanan Nasional."

    "Jadi, semua pihak saat ini berada di posisinya masing-masing, dan kami sedang menangani situasi ini. Semuanya dalam kondisi baik-baik saja," kata Abbas.

    Abbas juga memastikan kondisi di Iran masih dalma kendali pemerintah.

    "Kondisi di Iran, saya tidak bisa bilang berjalan normal, tapi kehidupan berjalan Biasa. Semua masih dalam kendali," kata Abbas.

    Abbas mengaku heran dengan sikap AS yang melakukan penyerangan di tengah negosiasi.

    Sebagai balasan, Abbas mengatakan, Iran telah menyerang balik basis Amerika di sejumlah negara, termasuk Israel.

    Dan saya telah berkomunikasi dengan rekan-rekan saya di kawasan Teluk Persia.

    "Saya menjelaskan kepada mereka bahwa kami tidak memiliki niat untuk menyerang mereka, melainkan kami menyerang pangkalan-pangkalan Amerika sebagai tindakan pembelaan diri. Kami tidak bisa hanya diam dan menyaksikan begitu saja," kata Abbas.

    Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita


    Komentar
    Additional JS