Trump ke Garda Revolusi Iran: Letakan Senjata Kalian atau Hadapi Kematian! - Republika
Trump ke Garda Revolusi Iran: Letakan Senjata Kalian atau Hadapi Kematian!
REPUBLIKA.CO.ID JAKARTA -- Presiden AS Donald Trump menyerukan agar anggota Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan seluruh polisi Iran menyerah. Trump menuntut tentara Iran segera meletakkan senjata dengan imbalan akan mendapatkan kekebalan penuh.
“Letakkan senjata kalian. Kalian akan diperlakukan secara adil dengan kekebalan total, atau kalian akan menghadapi kematian yang pasti,” kata Trump dalam video yang diunggah ke media sosial Truth Social yang dipantau di Jakarta, Sabtu (28/2).
Trump juga menyatakan kepada rakyat Iran bahwa kebebasan mereka sudah dekat. Donald Trump menyerukan agar mereka mengambil alih pemerintahan setelah serangan AS berakhir.
Dia menegaskan bahwa Amerika mendukung dengan kekuatan besar serta mengajak mereka menentukan nasib sendiri demi masa depan makmur yang segera terwujud. “Inilah saatnya untuk bertindak. Jangan biarkan kesempatan ini berlalu,” ujar Trump.
Trump mengatakan serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran bertujuan untuk menghilangkan anaman nyata dari rezim Iran. Pemerintah Iran dinilai membahayakan rakyat Amerika.
“Belum lama ini, militer AS memulai operasi tempur besar-besaran di Iran. Tujuan kami adalah untuk membela rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman dari rezim Iran,” katanya.
Halaman 2 / 2
Sebelumnya, pada Sabtu (28/2), dilaporkan bahwa Israel telah melancarkan serangan preemptif terhadap Iran. Serangan ini merupakan serangan kedua yang dilakukan oleh Trump setelah serangan pertama ke Iran pada Juni 2025.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pasukan Amerika meluncurkan operasi militer besar di Iran untuk melindungi rakyatnya dengan meniadakan ancaman yang disebutnya berasal dari dugaan pengembangan senjata nuklir oleh Iran.
Amerika Serikat dan Iran telah melakukan tiga putaran perundingan program nuklir Iran secara tidak langsung yang dimediasi oleh Oman.
Putaran pertama dan kedua perundingan telah digelar awal bulan ini di Muscat dan Jenewa, yang berfokus pada pembatasan pengayaan dan persediaan uranium Iran sebagai imbalan atas pencabutan sanksi. Sedangkan putaran ketiga dilakukan pada Kamis (26/2) di Jenewa.
Operasi militer
Amerika Serikat tengah merencanakan operasi militer terhadap Iran. Operasi ini bakal digelar tidak sehari atau dua saja. Demikian disampaikan seorang pejabat AS kepada kantor berita Reuters.
Pernyataan itu disampaikan setelah AS mengonfirmasi keterlibatannya dalam serangan udara ke Teheran, Sabtu.
Kedutaan Besar AS di Bahrain telah menerapkan kebijakan berlindung di tempat bagi seluruh personel dan merekomendasikan semua warga negara AS untuk melakukan hal yang sama hingga pemberitahuan lebih lanjut.
“Carilah tempat yang aman di dalam kediaman Anda atau bangunan aman lainnya. Siapkan persediaan makanan, air, obat-obatan, dan barang-barang penting lainnya,” demikian bunyi peringatan tersebut di X.
Sebelumnya, Kedutaan Besar AS di Qatar juga telah mengumumkan langkah serupa.
Kedutaan Besar AS di Qatar menerapkan kebijakan berlindung di tempat bagi seluruh personel. Kami merekomendasikan agar semua warga Amerika melakukan hal yang sama sampai pemberitahuan lebih lanjut.