Tak Cuma Intelijen, Rusia Juga Bantu Iran dengan Taktik Drone Canggih untuk Hajar AS dan Israel - 6
Tak Cuma Intelijen, Rusia Juga Bantu Iran dengan Taktik Drone Canggih untuk Hajar AS dan Israel
Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Kamis, 12 Maret 2026 - 12:13 WIB
Rusia dilaporkan membantu Iran dengan taktik drone canggih dalam perang melawan AS dan Israel. Foto/Tehran Times
TEHERAN - Rusia telah memberi Iran “saran khusus” tentang taktik drone dalam perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Bantuan Moskow ini diungkap CNN, yang mengutip pejabat intelijen Barat.
Ini menandai dukungan yang lebih canggih dari Moskow kepada Teheran daripada bantuan intelijen yang dilaporkan sebelumnya, bahkan ketika para pejabat di pemerintahan Presiden AS Donald Trump berusaha untuk meremehkan dugaan pertukaran informasi tersebut.
Baca Juga: Putin Pemenang Besar dalam Perang Iran vs AS-Israel, Ini Alasannya
“Dukungan yang sebelumnya lebih umum kini menjadi lebih mengkhawatirkan, termasuk strategi penargetan [drone] yang digunakan Rusia di Ukraina,” kata seorang pejabat intelijen Barat kepada CNN dengan syarat anonim.
Pejabat tersebut menolak untuk menyebutkan sejauh mana bantuan taktis Rusia kepada Iran.
Sejak melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina, Rusia telah banyak menggunakan drone serang satu arah yang awalnya dikembangkan di Iran, meluncurkan pesawat nirawak murah tersebut dalam gelombang besar terhadap target di seluruh wilayah Ukraina.
Laporan CNN ini muncul setelah sumber-sumber AS mengatakan kepada The Washington Post pekan lalu bahwa Rusia berbagi intelijen sensitif dengan Iran, termasuk lokasi kapal perang dan pesawat AS di Timur Tengah. Kremlin telah menghindari menjawab pertanyaan tentang laporan-laporan tersebut.
Tidak ada tanggapan langsung dari pejabat Rusia terhadap laporan CNN pada hari Rabu (11/3/2026).
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan, "Rusia mulai mendukung rezim Iran dengan drone."
Zelensky juga mengeklaim Moskow akan pasti membantu Iran dengan rudal dan juga pertahanan udara.
Ukraina telah berupaya memposisikan diri dalam konflik Timur Tengah yang meningkat, mengirim spesialis pertahanan udara ke negara-negara Teluk untuk membantu menangkis serangan drone Iran yang diluncurkan sebagai balasan atas serangan AS dan Israel.
Para pejabat di Kyiv telah menyoroti pengalaman personel militer Ukraina dalam melawan drone Shahed rancangan Iran selama lebih dari empat tahun perang dengan Rusia.
Presiden Trump dan pejabat Gedung Putih lainnya telah berupaya meremehkan laporan bahwa Rusia telah berbagi informasi intelijen dengan Iran sejak pasukan Amerika dan Israel memulai serangan udara terhadap republik Islam tersebut pada 28 Februari.
Utusan khusus Trump, Steve Witkoff, mengatakan kepada CNBC minggu ini bahwa para pejabat Kremlin telah meyakinkannya bahwa Moskow tidak memberikan informasi target kepada militer Iran. Witkoff mengatakan dia percaya AS "dapat mempercayai [pernyataan Rusia]."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Infografis

Presiden AS Donald Trump Tolak Rencana Israel Menyerang Iran