Spanyol Tak Izinkan AS Gunakan Pangkalan untuk Serang Iran - Tempo
Spanyol Tak Izinkan AS Gunakan Pangkalan untuk Serang Iran
SPANYOL menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak menggunakan – dan tidak akan menggunakan – pangkalan militer gabungan di wilayahnya untuk operasi melawan Iran, sebuah misi yang dikecam oleh Madrid.
“Berdasarkan semua informasi yang saya miliki, pangkalan-pangkalan tersebut tidak digunakan untuk operasi militer ini,” kata Menteri Luar Negeri Jose Manuel Albares kepada televisi publik Spanyol pada Senin seperti dikutip Al Jazeera.
"Pangkalan Spanyol tidak digunakan untuk operasi ini, dan tidak akan digunakan untuk apa pun yang tidak termasuk dalam perjanjian dengan Amerika Serikat atau untuk apa pun yang tidak sesuai dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa," ujar Albares, berbicara kepada stasiun televisi Spanyol Telecinco.
Menteri Pertahanan Margarita Robles mengatakan pesawat-pesawat tersebut - terutama pesawat tanker pengisian bahan bakar udara termasuk Boeing KC-135 "Stratotanker" - telah ditempatkan secara permanen di Spanyol.
Menurut peta dari situs pelacakan penerbangan FlightRadar24 pada Senin seperti dilansir NDTV, 15 pesawat AS telah meninggalkan pangkalan di Spanyol selatan sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Setidaknya tujuh pesawat terlihat di FlightRadar24 telah mendarat di pangkalan udara Ramstein di Jerman.
Situs pelacakan FlightRadar24 menunjukkan sembilan pesawat tanker berangkat pada Ahad dari pangkalan udara Moron di Spanyol selatan dan menuju Jerman.
Dua penerbangan berangkat dari Rota, pangkalan angkatan laut dengan lapangan terbang, menuju Prancis selatan, menurut FlightRadar24. Empat penerbangan lainnya berangkat dari Rota tetapi rutenya tidak ditampilkan.
Perdana Menteri Pedro Sanchez mengutuk serangan AS dan Israel terhadap Iran yang dimulai pada hari Sabtu sebagai "intervensi militer yang tidak beralasan" dan "berbahaya" di luar ranah hukum internasional, yang merupakan penyimpangan lain dari kebijakan AS.
“Pemerintah Spanyol tidak akan mengizinkan penggunaan pangkalan-pangkalan tersebut untuk apa pun di luar kesepakatan atau yang tidak sesuai dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa,” kata Albares, merujuk pada pangkalan angkatan laut Rota dan pangkalan udara Moron.
AS beroperasi di pangkalan-pangkalan tersebut berdasarkan pengaturan penggunaan bersama, tetapi pangkalan-pangkalan tersebut tetap berada di bawah kedaulatan Spanyol.
Menteri Pertahanan Margarita Robles mengatakan pangkalan-pangkalan tersebut “tidak akan memberikan dukungan, kecuali jika, dalam kasus tertentu, hal itu diperlukan dari perspektif kemanusiaan”.
Spanyol juga mengecam serangan balasan Iran terhadap negara-negara Teluk.
Sikap Spanyol merupakan pengecualian di antara negara-negara besar Eropa.
Inggris juga awalnya menolak untuk mengizinkan penggunaan pangkalan-pangkalan mereka untuk serangan terhadap Iran. Namun pada Ahad, Perdana Menteri Keir Starmer mengizinkan penggunaannya untuk "pertahanan diri kolektif", di tengah serangan balasan Iran yang menargetkan aset-aset AS di seluruh Timur Tengah dan infrastruktur energi di wilayah Teluk.
Sementara itu, Prancis dan Jerman siap melakukan hal yang sama.
Para pemimpin ketiga negara tersebut "terkejut dengan serangan rudal tanpa pandang bulu dan tidak proporsional yang diluncurkan oleh Iran terhadap negara-negara di kawasan itu, termasuk negara-negara yang tidak terlibat dalam operasi militer awal AS dan Israel," demikian bunyi pernyataan bersama pada Ahad.
"Kami telah sepakat untuk bekerja sama dengan AS dan sekutu di kawasan ini dalam masalah ini," demikian pernyataan mereka.
Pilihan Editor: Marco Rubio: AS Serang Iran karena Israel akan Menyerang