0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Iran Israel Konflik Timur Tengah Spesial

    Serangan Rudal Israel Hantam Bangunan Sekolah, 25 Anak Dilaporkan Meninggal - Merdeka

    3 min read

     

    Serangan Rudal Israel Hantam Bangunan Sekolah, 25 Anak Dilaporkan Meninggal

    Serangan udara AS–Israel menghantam sekolah dasar di Minab, Iran, menewaskan sedikitnya 165 orang, mayoritas anak-anak. Banyak korban tewas saat berlindung.


    Serangan Rudal Israel Hantam Bangunan Sekolah, 25 Anak Dilaporkan Meninggal

    Sedikitnya 165 orang dilaporkan tewas dalam serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel ke sebuah sekolah dasar di Iran pada Sabtu pagi. Sebagian besar korban merupakan anak-anak.

    Serangan itu menghantam Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh yang berada di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan.

    Menurut laporan sejumlah saksi, korban jiwa meningkat karena serangan kedua yang menghantam lokasi yang sama ketika para siswa dan warga berusaha menyelamatkan diri.

    Anak-Anak Sempat Dipindahkan

    Seorang petugas medis dari Palang Merah Iran mengatakan ledakan pertama terjadi saat aktivitas sekolah masih berlangsung.

    “Ketika bom pertama menghantam sekolah, salah satu guru dan kepala sekolah memindahkan sekelompok siswa ke ruang salat untuk melindungi mereka,” katanya dikutip dari Middle East Eye, Kamis (5/3/2026).

    Kepala sekolah kemudian menghubungi para orang tua agar segera menjemput anak-anak mereka. Namun, rudal kedua kembali menghantam area tersebut saat para siswa dan warga berkumpul di lokasi perlindungan.

    “Hanya sedikit dari mereka yang sempat berlindung yang berhasil selamat,” ujar petugas medis tersebut.

    Seorang staf sekolah menggambarkan situasi setelah serangan sebagai pemandangan yang sangat memilukan.

    “Saya seperti kehilangan suara, tidak bisa berkata apa-apa,” ujarnya. “Yang terdengar hanya tangisan dan teriakan anak-anak.”

    Serangan Double Tap Strike

    Serangan yang disebut sebagai pola “double tap strike” itu terjadi ketika serangan kedua diluncurkan untuk menargetkan orang-orang yang selamat dari ledakan pertama serta tim penyelamat yang datang ke lokasi.

    Beberapa orang tua korban dan petugas penyelamat juga dilaporkan menjadi korban dalam serangan kedua tersebut.

    Beberapa hari setelah insiden itu, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth mengatakan pemerintah AS sedang melakukan penyelidikan terhadap serangan tersebut.

    Sementara itu, laporan yang dihimpun dari berbagai sumber, termasuk Federasi Senam Iran, daftar korban yang ditulis tangan, serta kantor berita Tasnim, mencatat sedikitnya 61 korban yang berhasil diidentifikasi.

    Dari daftar tersebut terdapat 25 anak laki-laki, 26 anak perempuan, delapan perempuan dewasa, satu pria, serta seorang bayi berusia dua bulan.


    Komentar
    Additional JS