Serangan Israel Tewaskan 1.001 Orang di Lebanon, 3.134 di Iran - Tribunnews

Penulis
BEIRUT, KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan Lebanon pada Kamis (19/3/2026) mengatakan, sedikitnya 1.001 orang tewas dan 2.584 terluka akibat serangan Israel sejak 2 Maret 2026.
Dalam pernyataannya, kementerian tersebut mengatakan bahwa korban termasuk 118 anak-anak dan 79 perempuan, sedangkan terdapat 365 anak-anak dan 414 perempuan di antara mereka yang terluka.
Kemenkes Lebanon menambahkan bahwa 33 orang tewas dan 152 lainnya terluka akibat serangan Israel dalam 24 jam terakhir, sebagaimana dikutip dari Antara.
Baca juga: Israel Larang Shalat Id di Masjid Al Aqsa, Kali Pertama sejak 1967
Tentara Israel meningkatkan serangan udaranya di seluruh Lebanon sejak awal Maret di tengah serangan lintas perbatasan dengan Hizbullah, meski ada kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak November 2024.
Saluran berita Israel Channel 12 melaporkan pada Rabu (18/3/2026), Tel Aviv bermaksud untuk menduduki garis depan desa-desa di Lebanon selatan untuk mencegah serangan dari daerah tersebut.
Eskalasi saat ini terjadi setelah serangan gabungan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran sejak 28 Februari 2026.
Teheran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, serta wilayah Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.
Baca juga: Juru Bicara Garda Revolusi Iran Tewas Diserang AS-Israel
Jumlah korban di Iran

Namun, Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis di AS mengatakan pada 18 Maret, setidaknya 3.134 orang tewas, termasuk 1.369 warga sipil.
Di antara para korban tewas setidaknya ada 207 anak-anak, serta 1.138 personel militer dan 627 orang yang statusnya belum diklasifikasikan.
Oleh karena pembatasan pelaporan, kantor berita AFP tidak dapat mengakses lokasi serangan atau memverifikasi secara independen jumlah korban di Iran.
Baca juga: Bom Tandan Iran Jebol Pertahanan Israel, Warga Sipil Mulai Putus Asa
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang