0
News
    Home Abu Dhabi Berita Drone Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial UEA

    Serangan Drone Iran Hantam Bandara di Abu Dhabi UEA: 1 Orang Tewas, 7 Terluka - Kumparan

    5 min read

     

    Serangan Drone Iran Hantam Bandara di Abu Dhabi UEA: 1 Orang Tewas, 7 Terluka

    zoom-in-whitePerbesar
    Drone kamikaze buatan Iran, Shahed-136 di tengah serangan Rusia ke Ukraina, di Kyiv, Ukraina 17 Oktober 2022. Foto: Roman Petushkov/REUTERS

    Serangan drone menghantam Bandara Internasional Zayed di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). Insiden ini menewaskan satu orang dan melukai 7 orang lainnya.

    “Pihak berwenang di Abu Dhabi menanggapi serangan pesawat tak berawak di Bandara Internasional Zayed yang mengakibatkan satu korban jiwa, seorang warga negara Asia, dan 7 orang terluka,” kata pihak bandara di X, dikutip dari CNN, Minggu (1/3).

    “Masyarakat diimbau untuk menghindari penyebaran rumor dan hanya mengandalkan sumber resmi. Informasi terbaru akan diberikan," sambung keterangan itu.

    CNN melaporkan pada Sabtu (28/2) malam, ketika Iran membalas serangan AS dan Israel di wilayah UEA, terdengar suara dentuman keras dari arah bandara dan melihat banyak kendaraan darurat terparkir di luar terminal utama dengan lampu hazard menyala, serta kerumunan besar orang berkumpul di trotoar di dekatnya.

    Reuters melaporkan, ini merupakan serangan balasan dari Iran. Kantor media Dubai mengatakan bahwa "Sebuah ruang tunggu di Bandara Internasional Dubai (DXB) mengalami kerusakan ringan dalam sebuah insiden, yang dengan cepat diatasi."

    Sistem pertahanan udara Israel mencegat proyektil yang diluncurkan dari Iran, menyusul serangan Israel dan AS, terlihat dari Ashkelon (28/2/2026). Foto: Amir Cohen/REUTERS
    zoom-in-whitePerbesar
    Sistem pertahanan udara Israel mencegat proyektil yang diluncurkan dari Iran, menyusul serangan Israel dan AS, terlihat dari Ashkelon (28/2/2026). Foto: Amir Cohen/REUTERS

    Sebelumnya, Uni Emirat Arab (UEA) mengecam serangan rudal Iran yang menargetkan UEA dan sejumlah negara tetangga di kawasan. Kemlu UEA menyebut, serangan ini adalah pelanggaran terang-terangan dari kedaulatan nasional dan pelanggaran hukum internasional yang tertera pada piagam PBB.

    "Kemlu UEA menyatakan rasa solidaritas dan dukungan tak henti kepada negara-negara di kawasan, yang terdampak serangan ini. Keamanan mereka tidak bisa dipisahkan, bahwa setiap pelanggaran terhadap kedaulatan negara mana pun merupakan ancaman langsung terhadap keamanan dan stabilitas seluruh kawasan," kata Kemlu UEA dikutip dari akun X resminya, Sabtu (28/2).

    Kemlu UEA juga menegaskan, bahwa penggunaan kawasan sebagai arena untuk menyelesaikan atau memperluas konflik tak dapat diterima. Akan ada konsekuensi dari penggunaan kekerasan yang terus menerus, dan mengancam keamanan regional dan internasional, serta jadi ancaman bagi stabilitas ekonomi global dan keamanan energi.

    "UEA meminta agar para pihak menahan diri, dan menempuh jalan diplomasi dan dialog serius untuk menyelesaikan konflik. Hal ini adalah jalan yang paling efektif mengakhiri krisis, dan menjaga keamanan dan stabilitas regional," kata Kemlu UEA.


    Komentar
    Additional JS