0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Gencatan Senjata Iran Konflik Timur Tengah Spesial Turkiye

    Presiden Turkiye desak gencatan senjata di tengah penderitaan warga Iran - Anadolu

    3 min read

     

    Presiden Turkiye desak gencatan senjata di tengah penderitaan warga Iran



    ISTANBUL

    Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan menyatakan keprihatinan mendalam atas penderitaan warga sipil di Iran akibat eskalasi konflik, seraya menegaskan Ankara akan meningkatkan upaya diplomatik untuk mendorong gencatan senjata.

    Berbicara dalam sebuah acara di Ibu Kota Ankara pada Senin, Erdogan mengatakan Turkiye turut merasakan duka rakyat Iran, terutama karena korban konflik banyak menimpa warga sipil dan anak-anak.

    “Kami berbagi rasa sakit rakyat Iran. Kami sangat sedih menyaksikan penderitaan ini, di mana warga sipil dan anak-anak tak berdosa menanggung beban konflik,” kata Erdogan.

    Ia menegaskan Turkiye akan mengintensifkan kontak diplomatik hingga tercapai gencatan senjata dan situasi kawasan kembali tenang.

    “Kami berdiri di pihak perdamaian. Kami ingin pertumpahan darah berhenti, air mata mengering, dan kawasan kami akhirnya meraih perdamaian abadi yang telah lama dirindukan,” ujarnya.

    Erdogan menekankan bahwa prioritas Turkiye adalah memastikan terwujudnya gencatan senjata serta membuka jalan bagi dialog.

    “Jika intervensi yang diperlukan tidak segera dilakukan, konflik ini akan membawa konsekuensi serius bagi keamanan regional dan global,” katanya.

    Ia juga memperingatkan bahwa ketidakpastian ekonomi dan geopolitik akibat konflik berkepanjangan akan sulit ditanggung banyak pihak.

    “Tidak ada yang mampu menanggung ketidakpastian ekonomi dan geopolitik yang akan ditimbulkan proses ini. Karena itu, api ini harus dipadamkan sebelum menyebar lebih jauh,” ujar Erdogan.

    Sejak Sabtu, serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel dilaporkan menewaskan sejumlah pejabat senior Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

    Teheran merespons dengan meluncurkan serangan drone dan rudal yang menyasar lokasi-lokasi terkait Amerika Serikat di negara-negara Teluk, yang menyebabkan sejumlah korban jiwa. Empat personel militer Amerika dilaporkan tewas dan empat lainnya luka serius.

    Bulan Sabit Merah Iran menyatakan jumlah korban tewas akibat serangan udara Amerika Serikat dan Israel sejak Sabtu meningkat menjadi 555 orang.

    Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.

    Komentar
    Additional JS