0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Israel Konflik Timur Tengah Spesial

    Pesawat Penumpang Iran Hancur Akibat Serangan AS–Israel di Bandara Bushehr - Tribunnews

    7 min read

     

    Pesawat Penumpang Iran Hancur Akibat Serangan AS–Israel di Bandara Bushehr

    Dalam laporannya, Mehr menyebutkan bahwa serangan tersebut menyasar area di sekitar bandara yang berada di bagian barat ibu kota.

    Ringkasan Berita:
    • Sebuah pesawat penumpang milik Iran dilaporkan hancur berkeping-keping setelah terkena serangan udara yang diduga dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.
    • Pesawat tersebut sedang berada di area parkir di Bandara Bushehr saat serangan terjadi.
    • Media Iran pada Selasa (3/3/2026) melaporkan bahwa serangan tersebut merupakan bagian dari operasi militer besar yang menargetkan berbagai fasilitas strategis milik Iran.

     

    SERAMBINEWS.COM, TEHERAN – Sebuah pesawat penumpang milik Iran dilaporkan hancur berkeping-keping setelah terkena serangan udara yang diduga dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.

    Pesawat tersebut sedang berada di area parkir di Bandara Bushehr saat serangan terjadi.

    Media Iran pada Selasa (3/3/2026) melaporkan bahwa serangan tersebut merupakan bagian dari operasi militer besar yang menargetkan berbagai fasilitas strategis milik Iran.

    Target serangan disebut mencakup pusat komando Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), fasilitas rudal, sistem pertahanan udara, hingga kompleks kepemimpinan negara.

    Selain wilayah Bushehr, serangan juga dilaporkan terjadi di ibu kota Teheran.

    Menurut laporan NDTV, sejumlah ledakan terdengar di beberapa titik penting di kota tersebut.

    Kantor berita Mehr News Agency turut merilis sejumlah foto yang menunjukkan gumpalan asap abu-abu membubung tinggi di sekitar landasan pacu Bandara Mehrabad di Teheran.

    Dalam laporannya, Mehr menyebutkan bahwa serangan tersebut menyasar area di sekitar bandara yang berada di bagian barat ibu kota.

    “Teroris Amerika-Zionis menyerang area di sekitar Bandara Mehrabad di bagian barat ibu kota,” tulis Mehr News Agency dalam laporannya.

    Pada tahap awal serangan, militer Amerika Serikat dan Israel dilaporkan mengerahkan berbagai jenis persenjataan canggih.

    Di antaranya rudal jelajah Tomahawk yang diluncurkan dari kapal perang di Teluk Persia, serta jet tempur siluman generasi kelima seperti F-22 dan F-35.

    Hingga kini belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun kerusakan total akibat serangan tersebut.

    Pihak berwenang Iran masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dampak serangan dan situasi keamanan di wilayah yang terdampak.
     
     

    Baca juga: Iran Tutup Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Tanker Anjlok 90 Persen

    Gugurnya Khamenei

    Di awal-awal, konflik langsung mencapai puncaknya setelah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan di kompleks kediamannya di pusat kota Teheran pada hari pertama operasi.

    Laporan media menyebutkan bahwa serangan ini telah direncanakan selama berbulan-bulan. 

    Operasi intelijen tersebut melibatkan peretasan kamera lalu lintas untuk melacak konvoi Khamenei guna mengonfirmasi posisinya di hari serangan.

    Pihak Iran merespons serangan tersebut dengan meluncurkan rentetan rudal dan pesawat nirawak bunuh diri, di mana drone Shahed menjadi senjata utama. 

    Serangan balik ini tidak hanya menyasar target di Israel dan pangkalan militer AS, tetapi juga menghantam bangunan sipil di negara-negara tetangga di kawasan Teluk.

    Eskalasi ini memicu kekhawatiran akan pecahnya perang regional yang lebih luas di Asia Barat.

    Dampak ekonomi global pun mulai terasa setelah Iran memutuskan untuk menutup Selat Hormuz. 

    Jalur pelayaran ini sangat krusial bagi pasokan energi dunia, mengingat rata-rata 20 juta barel minyak mentah dikirim melalui selat tersebut setiap harinya.


    Komentar
    Additional JS