Peringatan Intelijen Iran: Israel Rencanakan Operasi 'Bendera Palsu' Serang Al-Aqsa dengan Drone | Republika Online
Peringatan Intelijen Iran: Israel Rencanakan Operasi 'Bendera Palsu' Serang Al-Aqsa dengan Drone | Republika Online
Israel dilaporkan mengevakuasi para pemukim Yahudi di sekitar kompleks Al-Aqsa.
EPA-EFE/ALAA BADARNEH Orang-orang berkumpul di luar Masjid Al-Aqsa untuk menghadiri sholat Jumat terakhir bulan suci Ramadhan di Kota Tua Yerusalem, Jumat (14/4/2023).
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Di tengah gemuruh perang yang kian meluas, kantor Kementerian Intelijen Iran mengeluarkan peringatan adanya rencana rahasia Israel untuk menargetkan Masjid Al-Aqsa yang berada di Al-Aqsa (Yerussalem).
Seorang pejabat tinggi Teheran mengklaim, sebuah operasi mematikan yang dirancang untuk mengambinghitamkan Iran dan kelompok perlawanan. Laporan yang dirilis oleh kantor berita Tasnim menyebutkan bahwa skenario "Operasi Bendera Palsu" tersebut kemungkinan besar melibatkan penggunaan pesawat nirawak (drone) atau rudal yang diarahkan ke kompleks situs suci ketiga umat Islam tersebut.
Sponsored
Tujuannya satu: memicu amarah dunia Arab dan Muslim untuk berbalik melawan Iran tepat sebelum peringatan Hari Al-Quds Internasional. Pejabat intelijen Iran tersebut menunjuk beberapa kejanggalan yang terjadi di Al-Quds sejak Kamis lalu.
Dilaporkan adanya evakuasi bertahap terhadap pemukim Yahudi dari area sekitar kompleks Al-Aqsa, sebuah langkah yang dianggap sebagai persiapan sebelum serangan dilakukan, lapor Al Mayadeen.
Kondisi di lapangan semakin mencekam setelah Kegubernuran Al-Quds melaporkan rencana kepolisian pendudukan Israel untuk menutup total Masjid Al-Aqsa bagi para jamaah pada hari Jumat (6/3/2026).
Langkah ini akan mencegah pelaksanaan sholat Jumat, sebuah pembatasan yang terus diperketat sejak agresi terhadap Iran dimulai. Akses untuk sholat Tarawih dan ibadah malam pun dilaporkan telah diputus secara paksa oleh pasukan keamanan Israel.
Memecah belah dunia Islam
Teheran memandang rencana ini sebagai upaya putus asa Israel untuk meruntuhkan pengaruh Iran yang kian menguat di dunia Islam. Dengan memalsukan serangan yang seolah-olah datang dari "Poros Perlawanan", Israel berharap bisa mengisolasi Iran dan memicu konflik internal di kalangan negara-negara Muslim.
"Serangan terhadap Al-Aqsa akan menjadi kejahatan berat dengan konsekuensi yang tak terbayangkan," tegas pejabat tersebut sembari menyerukan kewaspadaan internasional.
Dunia kini menatap cemas ke arah kubah emas Al-Aqsa. Jika klaim intelijen ini terbukti, maka situs suci tersebut bukan lagi sekadar tempat ibadah, melainkan titik sumbu yang bisa meledakkan kemarahan global yang jauh lebih dahsyat dari apa yang telah terjadi selama seminggu terakhir.
Apa itu operasi 'Bendera Palsu'?
Istilah false flag merujuk pada aksi militer atau politik yang dilakukan dengan sengaja untuk menyalahkan pihak lawan.
Istilah ini lahir pada abad ke-16, ketika para bajak laut mengibarkan bendera negara sahabat untuk menipu kapal dagang agar mereka bisa mendekat tanpa dicurigai. Dalam konteks modern, strategi ini sering digunakan sebagai dalih (pretext) untuk membenarkan eskalasi perang yang lebih besar, tulis BBC.
arrow_forward_ios
Baca selengkapnya
Drone serang Azerbaijan
Operasi 'Bendera Palsu' juga dilaporkan dilakukan baru-baru ini di Azerbaijan. Terlebih, saat Teheran dengan tegas membantah tuduhan Azerbaijan jika militer Iran berada di balik serangan ke Bandara Internasional Nakhchivan. Teheran menuding Israel berada di balik serangan itu guna memicu perpecahan di antara negara-negara Muslim.
Kementerian Luar Negeri Azerbaijan melaporkan, dua unit drone yang diluncurkan dari wilayah Iran menghantam target sipil sekitar tengah hari. Satu drone merusak gedung terminal Bandara Internasional Nakhchivan, sementara unit lainnya jatuh di dekat sebuah sekolah di desa Shakarabad. Insiden ini menyebabkan sedikitnya empat warga sipil terluka.
Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev, menyebut serangan tersebut sebagai "tindakan teror dan agresi yang tidak beralasan." Aliyev langsung memanggil dewan keamanan nasional dan menginstruksikan militer Azerbaijan untuk berada pada tingkat mobilisasi tertinggi.
"Mereka yang mencoba menguji kekuatan kami di masa lalu telah merasakan hancurnya tengkorak mereka oleh 'Tangan Besi', dan peristiwa hari ini akan membawa hasil yang sama," tegas Aliyev.
Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran merilis pernyataan resmi melalui lembaga penyiaran negara, IRIB, yang menolak klaim Baku. Teheran menegaskan bahwa kebijakan militer mereka adalah menghormati kedaulatan negara tetangga dan hanya menargetkan basis musuh (AS dan Israel) yang digunakan untuk menyerang Iran.
Iran menduga kuat bahwa Israel sengaja meluncurkan drone ke wilayah Azerbaijan agar Iran disalahkan (false flag operation). "Tindakan rezim Zionis seperti ini, yang bertujuan mengganggu hubungan antarnegara Muslim, bukanlah hal baru," tulis pernyataan tersebut.
Berita Terkait
Hadits: Umat Islam Banyak Bagai Buih Tapi Cinta Dunia dan Takut Mati
Hadist - 05 March 2026, 17:29
Laporan Media AS: Serangan Balasan Iran Hancurkan Markas CIA di Arab Saudi
Nasional News - 04 March 2026, 07:33
Menhan Pakistan: Zionisme adalah Ancaman bagi Kemanusiaan
Internasional - 03 March 2026, 16:43
Puasa tanpa Tarawih di Al Aqsa, Syekh Palestina Ungkap Kondisi Memprihatinkan Ramadhan Tahun Ini
Filantropi Khazanah - 03 March 2026, 12:52
Dubes Iran: Kami tidak Lagi Percaya Perundingan dengan Amerika Serikat
Internasional - 03 March 2026, 05:52