0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Dunia Internasional Featured Nuklir Perancis Spesial

    Perang Memanas, Prancis Geser Kapal Bertenaga Nuklir ke Mediterania - Beritasatu

    2 min read

     

    Perang Memanas, Prancis Geser Kapal Bertenaga Nuklir ke Mediterania



    Presiden Prancis Emmanuel Macron. (AP Photo/AP)

    Paris, Beritasatu.com – Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Selasa (3/3/2026) waktu setempat telah memerintahkan kapal induk bertenaga nuklir Prancis, Charles de Gaulle, dipindahkan dari Laut Baltik ke kawasan Mediterania. Langkah ini dilakukan untuk membantu melindungi aset sekutu Prancis di tengah perang di Timur Tengah yang semakin memanas. 

    Macron menyatakan kapal induk tersebut akan dikawal oleh fregat (jenis kapal perang cepat dan lincah berukuran menengah hingga besar). Dalam pidato yang direkam dan disiarkan di televisi Prancis, ia menambahkan jet tempur Rafale, sistem pertahanan udara, dan sistem radar udara  juga telah dikerahkan dalam beberapa jam terakhir ke kawasan Timur Tengah.

    “Dan kami akan melanjutkan upaya ini sebisa mungkin,” kata Macron, dikutip dari AP, Rabu (4/3/2026). 

    Sebelumnya, Prancis bersama Inggris dan Jerman menyatakan tidak terlibat dalam serangan terhadap Iran yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel sejak Sabtu (28/2/2026). Namun, ketiga negara tersebut menegaskan kesiapan untuk mengambil langkah defensif guna menghancurkan kemampuan Iran dalam meluncurkan rudal dan drone.

    Macron menyatakan pasukan Prancis telah menembak jatuh sejumlah drone sebagai bentuk perlindungan dan pembelaaan diri yang legal pada jam-jam pertama konflik meletus. 

    “Ini untuk mempertahankan wilayah udara sekutu kami, yang tahu bahwa mereka dapat mengandalkan kami,” tambahnya. 

    Terkait alasan pemindahan kapal induk, Macron menyinggung serangan rudal Iran terhadap pangkalan angkatan udara Inggris di Siprus pada Senin (2/3/2026). Ia menekankan, Siprus merupakan anggota Uni Eropa yang baru saja menandatangani kemitraan strategis dengan Prancis.

    “Ini membutuhkan dukungan kita,” tegas Macron. 

    Macron juga menyebut Prancis memiliki perjanjian pertahanan yang mengikat dengan Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab, serta komitmen kuat terhadap Yordania dan Irak.


    Komentar
    Additional JS