Pemimpin Oposisi: Israel Harus Lanjutkan Perang Iran Meski AS Mundur - Tribunnews
Pemimpin oposisi Israel, Avigdor Lieberman, pada Senin menyerukan agar Israel tetap melanjutkan perang melawan Iran, bahkan jika Amerika Serikat
SERAMBINEWS.COM – Pemimpin oposisi Israel, Avigdor Lieberman, pada Senin menyerukan agar Israel tetap melanjutkan perang melawan Iran, bahkan jika Amerika Serikat memutuskan untuk menarik diri.
Seruan itu muncul setelah Presiden AS, Donald Trump, menyampaikan adanya “pembicaraan konstruktif” dengan Teheran.
“Jika AS keluar dari perang, kita harus melanjutkan. Dari sudut pandang kami, menggulingkan rezim itu penting,” kata Lieberman, yang juga ketua partai Yisrael Beytenu, dalam pembukaan pertemuan faksi partainya, seperti dilaporkan harian Yedioth Ahronoth.
Lieberman juga melontarkan kritik tajam terhadap pemerintah Israel. Ia menilai pemerintah terlalu fokus pada isu legislatif internal, sementara ancaman keamanan masih berlangsung.
Baca juga: Pentagon Pertimbangkan Pengerahan Pasukan Lintas Udara ke Iran, Targetkan Pulau Kharg
“Sementara penduduk wilayah utara mendengar sirene serangan udara setiap beberapa menit, Knesset justru membahas nasib rakyat Israel dan perluasan kekuasaan pengadilan kerabian—ini benar-benar gila,” ujarnya.
Sementara itu, Trump pada hari yang sama menyatakan telah memerintahkan penundaan selama lima hari terhadap seluruh serangan ke pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran. Keputusan itu diambil setelah berlangsungnya pembicaraan yang ia sebut “sangat baik dan produktif” dengan pihak Iran.
“Dengan senang hati saya laporkan bahwa Amerika Serikat dan Iran, selama dua hari terakhir, telah melakukan percakapan yang sangat baik dan produktif mengenai penyelesaian permusuhan kita di Timur Tengah secara lengkap dan total,” ujar Trump melalui platform media sosial Truth Social.
Ia menambahkan, berdasarkan nada pembicaraan yang “mendalam, terperinci, dan konstruktif” tersebut, Departemen Pertahanan AS diminta menunda seluruh serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama lima hari.
Trump menegaskan, jeda ini bergantung pada keberhasilan pertemuan dan diskusi lanjutan yang masih berlangsung.
Di sisi lain, eskalasi di kawasan terus meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada 28 Februari. Konflik tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Teheran kemudian membalas dengan serangan pesawat nirawak dan rudal yang menargetkan Israel, serta wilayah lain seperti Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS. Serangan tersebut menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan terhadap pasar global dan penerbangan.(*)
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Anggota-Korps-Pengawal-Revolusi-Iran-IRGC-berbaris-selama-parade-militer-tahunan.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Rudal-Iran-menghantam-ibukota-Tel-Aviv-di-Israel-Iran-Serang-Israel.jpg)