Netanyahu Tak Yakin Rakyat Iran Lengserkan Rezim, Tetap Ciptakan Kondisi Optimal untuk Memuluskannya - Kompas
TEHERAN, KOMPAS.TV - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu akhirnya mengakui tak yakin rakyat Iran akan melengserkan rezim.
Perubahan rezim Iran sempat diserukan Netanyahu ketika melakukan serangan bersama AS, Sabtu (28/2/2026).
Baik Netanyahu maupun Presiden AS Donald Trump menyerukan agar rakyat Iran segera turun tangan melengserkan rezim Iran.
Baca Juga: Kedubes AS Peringatkan Warganya di Surabaya karena Demontsrasi Timur Tengah, Diminta Perhatikan Ini
Namun, kenyataannya di luar dugaan, rakyat Iran terlihat tak melakukan pergerakan untuk menjatuhkan rezim
“Saya tak membantahnya. Saya tak bisa yakin rakyat Iran akan melengserkan rezim. Saya katakan kepada Anda, ‘pertolongan tengah di jalan’,” katanyanya yang ditujukan ke publik Iran.
“Bantuan akan datang, dan lebih banyak lagi. Kami semua berharap hasilnya adalah rezim ini jatuh,” tambah Netanyahu.
Namun, ia kembali menegaskan rezim akan bisa digulingkan dari dalam.
Selain itu, Netanyahu akan secara optimal berusaha tetap memuluskan perubahan rezim Iran.
“Kami akan menciptakan kondisi optimal untuk melakukannya, termasuk serangan udara seperti yang kami lakukan kemarin, begitu juga akhir-akhir ini, untuk memberikan rakyat Iran ruang yang dibutuhkan untuk kembali ke jalan,” katanya.
“Kami akan mengirimkan pukulan telak ke Garda Revolusi Iran dan Basij, kekuatan jalanan mereka, pos pemeriksaan mereka, dan masih banyak lagi,” tambahnya.
Baca Juga: Kapal Thailand Diserang di Selat Hormuz dan Tiga Krunya Hilang, Dubes Iran Dipanggil Bangkok
Netanyahu meyakini rezim Iran saat ini sudah semakin melemah.
“Ini jelas Iran yang berbeda. Mereka tak lagi menjadi ancaman seperti sebelumnya,” ujar Netanyahu.
“Ini bukan kekuatan yang sama. Ini bukan lagi negara pengganggu raksasa yang tidak dapat dilawan, dan tidak ada yang dapat bersatu untuk melawannya,” tambahnya.