Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Israel Konflik Timur Tengah Spesial

    Krisis BBM Meluas, Filipina Beri Sinyal Hentikan Penerbangan Imbas Perang AS-Israel vs Iran - Tribunnews

    7 min read

     

    Krisis BBM Meluas, Filipina Beri Sinyal Hentikan Penerbangan Imbas Perang AS-Israel vs Iran

    Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr., secara mengejutkan memberikan sinyal bahwa operasional penerbangan di negaranya berpotensi dihentikan

    Krisis BBM Meluas, Filipina Beri Sinyal Hentikan Penerbangan Imbas Perang AS-Israel vs Iran

    SERAMBINEWS.COM - Dampak perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran kian meluas dan mulai mengancam mobilitas udara global.

    Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr., secara mengejutkan memberikan sinyal bahwa operasional penerbangan di negaranya berpotensi dihentikan sementara akibat krisis bahan bakar jet yang kian kritis.

    Dalam laporan Bloomberg, Selasa (24/3/2026) yang dilansir dari Kompas.com, Presiden Marcos menyebut bahwa penghentian operasional pesawat kini menjadi "kemungkinan yang nyata". 

    Hal ini dipicu oleh kelangkaan pasokan avtur yang membuat sejumlah negara mulai membatasi penyediaan bahan bakar bagi maskapai asing.

    Baca juga: Drama Diplomasi AS-Iran: Klaim Donald Trump Berbanding Terbalik dengan Fakta Teheran

    Beban operasional maskapai membengkak

    Kondisi ini memaksa maskapai Filipina melakukan langkah ekstrem dengan membawa bahan bakar tambahan sejak keberangkatan untuk perjalanan pulang.

    Praktik ini tidak hanya memberatkan beban pesawat, tetapi juga meningkatkan risiko kegagalan operasional serta ancaman pembatalan penerbangan dalam skala besar.

    "Sejumlah negara telah memberi tahu maskapai kami bahwa mereka tidak lagi dapat menyediakan bahan bakar untuk pesawat yang singgah," ungkap Marcos.

    Efek domino di kawasan Asia dan Global

    Krisis energi ini tidak hanya menghantui Filipina.

    Di Vietnam, para operator penerbangan kini bersiap menerapkan biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) untuk rute internasional mulai awal April mendatang.

    Guncangan ini merupakan imbas langsung dari penutupan jalur distribusi energi di Timur Tengah.

    Selain kelangkaan BBM, jalur udara global mengalami kekacauan setelah hub utama dunia, seperti Bandara Internasional Dubai, Hamad, dan Abu Dhabi, terpaksa ditutup.

    Penutupan ini mengakibatkan puluhan ribu penumpang terlantar di berbagai belahan dunia.

    Baca juga: Negara Teluk Sekutu AS di Timur Tengah Bersiap Perang Melawan Iran

    Lumpuhnya transportasi darat: sopir Jeepney turun ke jalan

    Sebelum ancaman di sektor udara mencuat, krisis BBM lebih dulu melumpuhkan transportasi darat di Filipina.

    Ribuan sopir jeepney di berbagai penjuru Filipina turun ke jalan untuk menggelar aksi protes besar-besaran pada Kamis (19/3/2026). 

    Demonstrasi ini dipicu oleh melonjaknya harga BBM jenis solar yang kini naik lebih dari dua kali lipat, sebagaimana diberitakan Reuters.

    Lonjakan harga ini dipicu oleh langkah Teheran yang menutup Selat Hormuz, jalur nadi yang menyumbang seperlima pasokan minyak dunia, sebagai balasan atas serangan gabungan AS dan Israel

    Bagi rakyat kecil di Filipina, penutupan jalur energi ini bukan sekadar isu geopolitik, melainkan ancaman nyata bagi keberlangsungan hidup harian mereka.

    Situasi ini menandai babak baru dampak konflik Timur Tengah yang kini bertransformasi dari krisis militer menjadi krisis ekonomi dan mobilitas internasional yang tak terelakkan.

    (Serambinews.com/Yeni Hardika)

    BACA BERITA LAINNYA DI SINI


    Komentar
    Additional JS