0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Konflik Timur Tengah Korea Utara Spesial

    Korea Utara Uji Coba Rudal Nuklir Baru saat Timur Tengah Memanas - suarw

    4 min read

     

    Korea Utara Uji Coba Rudal Nuklir Baru saat Timur Tengah Memanas

    Uji peluncuran rudal jelajah strategis laut-ke-permukaan yang dilakukan pada kapal perusak Choe Hyon di Korea Utara pada hari Rabu [KCNA via Reuters]
    Baca 10 detik
    • Kim Jong Un mengawasi langsung uji coba peluncuran rudal jelajah strategis dari kapal perusak rudal baru Choe Hyon pada Kamis (5/3/2026).
    • Pemimpin Korut tersebut menginstruksikan produksi massal kapal sekelas Choe Hyon untuk memperkuat armada bersenjata nuklir angkatan laut mereka.
    • Uji coba ini dinilai sebagai tonggak penting kedaulatan laut, walau modernisasi sempat terhambat kegagalan kapal sejenis di Mei 2025.

    Suara.com - Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, mendadak pamer taring militernya dengan mengawasi langsung uji coba peluncuran "rudal jelajah strategis" dari kapal perang terbaru miliknya.

    Rudal jenis permukaan-ke-permukaan tersebut ditembakkan dari Choe Hyon, sebuah kapal perusak rudal seberat 5.000 ton yang menjadi simbol baru pertahanan maritim Pyongyang.

    Dalam laporan yang dirilis oleh kantor berita resmi Korean Central News Agency (KCNA) pada Kamis (5/3/2026), Kim menilai uji coba tersebut sebagai elemen inti dari kemampuan kapal perang baru itu sebelum resmi dioperasikan.

    Ia menyebut Choe Hyon sebagai tonggak perubahan radikal dalam menjaga kedaulatan laut yang belum pernah dicapai negara tersebut selama setengah abad terakhir.

    Uji coba ini sendiri memantik berbagai dugaan di tengah ketegangan di Timur Tengah antara Iran, Amerika Serikat dan Israel.

    Kim Jong Un menegaskan bahwa program mempersenjatai angkatan laut dengan senjata nuklir tengah menunjukkan kemajuan yang memuaskan.

    Ia menginstruksikan produksi massal kapal perang sekelas Choe Hyon atau yang lebih canggih untuk memperkuat armada bawah laut maupun permukaan.

    "Pasukan Angkatan Laut kita untuk menyerang dari bawah dan atas air akan tumbuh pesat. Persenjataan Angkatan Laut dengan senjata nuklir mengalami kemajuan yang memuaskan," ujar Kim saat mengunjungi Galangan Kapal Nampo di wilayah barat Korea Utara, dilansir dari KCNA via Reuters.

    Istilah "strategis" yang digunakan oleh media pemerintah Korea Utara merupakan kode keras yang merujuk pada kemampuan senjata tersebut untuk membawa hulu ledak nuklir, sebagaimana yang dianalisis oleh kantor berita Korea Selatan, Yonhap.

    Baca Juga: Paus Minta AS Hentikan Serangan di Timur Tengah, Trump Justru Bersiap Tingkatkan Operasi

    Ambisi modernisasi angkatan laut Kim Jong Un sebenarnya sempat dihantam rintangan berat pada Mei 2025. Dalam sebuah insiden yang sangat jarang diakui secara terbuka, kapal perusak kelas Choe Hyon kedua dilaporkan terbalik saat upacara peluncuran di Galangan Kapal Chongjin.

    Malfungsi pada mekanisme peluncuran menyebabkan bagian buritan kapal tergelincir prematur ke air, menghancurkan sebagian lambung, dan membuat haluan kapal terdampar di jalur peluncuran.


    Komentar
    Additional JS