0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Iran Israel Konflik Timur Tengah Spesial

    Kesedihan Presiden Iran Usai 3 Pejabat Penting Gugur Dibunuh Israel - detik

    10 min read

     

    Kesedihan Presiden Iran Usai 3 Pejabat Penting Gugur Dibunuh Israel

    Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (DW News)
    Jakarta -

    Tiga pejabat tinggi Iran gugur dibunuh Israel dalam dua hari serangan. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan kesedihannya, namun perjuangan Iran akan tetap berjalan dan lebih kuat.

    Dilansir Al Jazeera, Kamis (19/3), Masoud Pezeshkian telah mengkonfirmasi bahwa Israel membunuh Menteri Intelijen Esmail Khatib dalam suatu serangan. Menandai pembunuhan ketiga terhadap pejabat tinggi Iran dalam dua hari.

    Pengumuman datang beberapa jam setelah Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengklaim bahwa menteri Iran tersebut telah tewas. Kepala keamanan Iran Ali Larijani dan Gholamreza Soleimani, kepala pasukan paramiliter Basij, juga tewas dalam serangan udara Israel pada Selasa (17/3).

    Pezeshkian mengutuk "pembunuhan pengecut terhadap rekan-rekan saya yang terkasih," mengatakan bahwa hal itu "membuat kami patah hati." Dalam sebuah unggahan di X, ia menambahkan bahwa "jalan mereka akan berlanjut lebih kuat dari sebelumnya."

    Al Jazeera melaporkan bahwa analis militer Israel menganggap Khatib sebagai tokoh terpercaya yang dekat dengan pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei.

    Katz juga mengumumkan bahwa ia dan Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu telah memberikan otorisasi tetap kepada militer Israel untuk melenyapkan pejabat senior Iran lainnya yang menjadi target mereka tanpa persetujuan kasus per kasus.

    "Ini dilihat sebagai keberhasilan lain dari perspektif Israel dalam menargetkan kepemimpinan Iran," katanya.

    Menteri Intelijen Iran Esmail Khatib (tengah) duduk bersama Presiden Iran Masoud Pezeshkian (tengah-kanan) sebelum berpidato untuk membela pemilihan kabinetnya kepada anggota parlemen di ibu kota Teheran pada 17 Agustus 2024.Menteri Intelijen Iran Esmail Khatib (tengah) duduk bersama Presiden Iran Masoud Pezeshkian (tengah-kanan) sebelum berpidato untuk membela pemilihan kabinetnya kepada anggota parlemen di ibu kota Teheran pada 17 Agustus 2024. (AFP/ATTA KENARE)

    Departemen Luar Negeri AS menawarkan hadiah $10 juta untuk informasi tentang pemimpin tertinggi Iran yang baru dan pejabat tinggi lainnya, termasuk Khatib.

    Upacara pemakaman untuk Larijani dan Soleimani diadakan di Teheran pada Rabu (18/3), menurut Press TV, ketika para pejabat dan pelayat berkumpul untuk menghormati kedua tokoh tersebut.

    Larijani adalah salah satu operator politik Iran yang paling berpengaruh, sebelumnya memimpin negosiasi nuklir dengan Barat dan menjabat sebagai ketua parlemen.

    Dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera yang ditayangkan setelah pembunuhan Larijani dikonfirmasi oleh Teheran pada Selasa (17/3), Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengatakan Amerika Serikat (AS) dan Israel belum menyadari bahwa pemerintah Iran tidak bergantung pada satu individu saja.

    Mengenal Ali Larijani, Penguasa Tak Resmi IranKepala keamanan Iran, Ali Larijani. (DW News)

    Respons Rusia dan China

    Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan belasungkawa kepada Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei atas kematian Ali Larijani dalam serangan Israel awal pekan ini. Putin menyebut Larijani sebagai sosok seorang sahabat.

    "Terimalah belasungkawa terdalam kami atas kematian Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Republik Islam Iran, Ali Larijani," kata Putin dalam pesan yang ditujukan kepada Khamenei yang diterbitkan oleh penyiar resmi Iran IRIB, menurut media berita Rusia, termasuk kantor berita negara Tass, dilansir Anadolu, Kamis (19/3).

    Putin menggambarkan Larijani sebagai "sahabat sejati" Rusia, karena telah berkontribusi pada pengembangan kemitraan strategis komprehensif antara Moskow dan Teheran dan "akan tetap di hati kami."

    "Sampaikan belasungkawa dan dukungan tulus saya kepada keluarga dan teman-teman almarhum," tambahnya.

    Senada dengan mitranya, China mengutuk pembunuhan Ali Larijani oleh serangan udara Israel. China menilai pembunuhan sejumlah pimpinan negara Iran sebagai tindakan yang tidak dapat diterima.

    Dilansir AFP, Kamis (19/3/2026), Beijing adalah mitra dekat Iran tetapi juga mengkritik serangan Teheran terhadap negara-negara Teluk yang menampung pangkalan militer AS.

    Larijani adalah tokoh Iran paling terkemuka yang tewas sejak pemimpin tertinggi Ali Khamenei dan tokoh-tokoh senior lainnya meninggal selama gelombang serangan AS dan Israel ketika perang dimulai pada 28 Februari.

    "Kami selalu menentang penggunaan kekerasan dalam hubungan internasional. Tindakan membunuh para pemimpin negara Iran dan menyerang target sipil bahkan lebih tidak dapat diterima," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, dalam konferensi pers ketika ditanya tentang kematian Larijani.

    "China mendesak pihak-pihak terkait untuk segera menghentikan operasi militer dan mencegah situasi regional menjadi tidak terkendali," kata Lin.

    Beijing telah berupaya untuk menengahi perang tersebut, dengan utusan khususnya untuk Timur Tengah, Zhai Jun, bertemu dengan para pejabat tinggi di seluruh wilayah bulan ini.

    Zhai menekankan selama kunjungannya bahwa "target non-militer tidak boleh diserang, dan keamanan jalur pelayaran tidak boleh diganggu," kata Lin. Kementerian Luar Negeri China mengatakan bahwa Beijing akan memberikan bantuan kemanusiaan kepada Iran, Lebanon, Yordania, dan Irak.

    Simak juga Video 'Netanyahu Klaim Iran Tak Lagi Mampu Perkaya Uranium dan Produksi Rudal':

    (rfs/ygs)

    Komentar
    Additional JS