0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    Jantung Sistem Pertahanan AS Hancur Diserang Iran, Citra Satelit Perlihatkan Dampak Kerusakan Parah - Tribunnews

    8 min read

     

    Jantung Sistem Pertahanan AS Hancur Diserang Iran, Citra Satelit Perlihatkan Dampak Kerusakan Parah

    Temuan tersebut mengindikasikan bahwa serangan kemungkinan berhasil mengenai target radar yang menjadi bagian dari sistem pertahanan udara tersebut.

    Jantung Sistem Pertahanan AS Hancur Diserang IranCitra Satelit Perlihatkan Dampak Kerusakan Parah

    SERAMBINEWS.COM - Citra satelit terbaru mengungkap kerusakan serius pada salah satu komponen penting sistem pertahanan udara Amerika Serikat di Timur Tengah setelah diserang Iran

    Radar milik sistem pertahanan rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) yang berada di Yordania dilaporkan mengalami kerusakan berat, bahkan diduga hancur, dalam rangkaian eskalasi konflik di kawasan tersebut.

    Citra satelit yang diambil pada 2 Maret 2026 menunjukkan dua kawah bom besar di area radar jantung pertahanan AS di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, Yordania, yang berjarak lebih dari 800 kilometer dari Iran

    Temuan tersebut mengindikasikan bahwa serangan kemungkinan berhasil mengenai target radar yang menjadi bagian dari sistem pertahanan udara tersebut.

    Radar sistem THAAD yang dikenal dengan kode AN/TPY-2 diproduksi oleh perusahaan pertahanan Raytheon. 

    Perangkat ini dianggap sebagai “jantung” dari sistem pertahanan THAAD karena berfungsi mendeteksi, melacak, serta menyediakan data untuk peluncuran rudal pencegat guna menghancurkan rudal balistik sebelum mencapai sasaran.

    Menurut dokumen anggaran Badan Pertahanan Rudal Amerika Serikat tahun 2025, satu unit radar AN/TPY-2 memiliki nilai hampir 500 juta dolar AS. 

    Kerusakan atau kehancuran perangkat tersebut dinilai dapat berdampak signifikan terhadap efektivitas sistem pertahanan rudal.

    Citra satelit menunjukkan radar di pangkalan Muwaffaq Salti kemungkinan mengalami kerusakan berat atau bahkan hancur. 

    Baterai THAAD di pangkalan tersebut diketahui baru dikerahkan pada pertengahan Februari 2026 dan diduga menjadi sasaran serangan pada 1 atau 2 Maret 2026.

    Pangkalan udara Muwaffaq Salti sendiri selama ini menjadi salah satu pusat operasional penting militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. 

    Foto satelit sebelum konflik menunjukkan lebih dari 50 jet tempur, sejumlah drone, serta pesawat angkut berada di landasan pangkalan tersebut. 

    Selain itu, puluhan hanggar lain diperkirakan juga menyimpan pesawat tambahan yang tidak terlihat secara langsung dari citra satelit.

    Serangan serupa juga diduga terjadi di Uni Emirat Arab (UEA). 

    Di dua lokasi dekat Ruwais dan Sader, citra satelit menunjukkan sedikitnya tujuh bangunan mengalami kerusakan antara 28 Februari hingga 1 Maret 2026. 

    Beberapa bangunan tersebut merupakan fasilitas penyimpanan kendaraan khusus yang digunakan untuk mengangkut dan menyimpan sistem radar THAAD.

    Berdasarkan data citra satelit dari tahun 2016 dan 2018, kedua lokasi tersebut sebelumnya diidentifikasi sebagai tempat penempatan radar dan baterai rudal THAAD

    Namun belum dapat dipastikan apakah sistem yang berada di lokasi tersebut dimiliki oleh militer Amerika Serikat atau oleh UEA, yang diketahui telah membeli dua baterai THAAD dalam beberapa tahun terakhir.

    Para analisis militer percaya bahwa menghancurkan radar tersebut tidak akan sepenuhnya melumpuhkan sistem THAAD, tetapi akan secara signifikan mengurangi efektivitas dan fleksibilitas jaringan pertahanan rudal.

    NR Jenzen-Jones, seorang ahli senjata dan direktur Armament Research Services, mengatakan bahwa radar AN/TPY-2 adalah komponen terpenting dari baterai THAAD.

    "Ini adalah perangkat yang memungkinkan deteksi target dan peluncuran rudal pencegat, sekaligus terhubung ke jaringan pertahanan udara yang lebih luas,”

    “Perangkat ini juga sangat mahal. Kehilangan satu saja radar ini akan berdampak signifikan terhadap operasional," katanya.

    Menurut Jenzen-Jones, jika radar tersebut hancur, AS mungkin harus mengangkut peralatan pengganti dari tempat lain, sebuah proses yang akan memakan waktu dan sumber daya yang besar.

    THAAD memiliki area intersepsi yang luas, memungkinkan perlindungan area yang besar, tetapi tetap perlu dikoordinasikan dengan sistem pertahanan lain seperti Patriot untuk memastikan kemampuan melawan berbagai jenis ancaman dan melindungi baterai THAAD itu sendiri.

    Sebelumnya, CNN melaporkan bahwa serangan Iran terhadap pangkalan dan fasilitas militer AS di seluruh Semenanjung Arab telah merusak sejumlah peralatan komunikasi, radar, dan intelijen, yang tampaknya bertujuan untuk memutus kemampuan pangkalan tersebut untuk terhubung dengan jaringan komando eksternal.

    Citra satelit juga mengungkapkan kerusakan pada sistem radar peringatan dini buatan AS yang terletak di Umm Dahal, Qatar.

    Seorang juru bicara Pentagon menolak berkomentar secara rinci mengenai status sistem militer di wilayah tersebut, dengan alasan keamanan.

    Sementara itu, warga UEA melaporkan peningkatan signifikan aktivitas jet tempur di wilayah udara mereka dalam beberapa hari terakhir. 

    Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot menyatakan bahwa Prancis telah mengerahkan jet tempur Rafale untuk berpatroli di wilayah udara UEA dan melindungi pangkalan militernya di sana.

    (Serambinews.com/Agus Ramadhan)

    Baca dan Ikuti Berita Serambinews.com di GOOGLE NEWS 

    Bergabunglah Bersama Kami di Saluran WhatsApp SERAMBINEWS.COM 


    Komentar
    Additional JS