0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    Gara-gara Perang Iran, Lebih dari 36.000 Warga AS Hengkang dari Timur Tengah - SindoNews

    6 min read

     

    Gara-gara Perang Iran, Lebih dari 36.000 Warga AS Hengkang dari Timur Tengah


    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.


    Selasa, 10 Maret 2026 - 14:07 WIB


    Israel mengebom depot minyak Iran ketika perang semakin memanas. Lebih dari 36.000 warga AS hengkang dari Timur Tengah sejak perang antara AS-Israel melawan Iran pecah. Foto/Screenshot video The Guardian

    WASHINGTON - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengatakan lebih dari 36.000 warga Amerika meninggalkan Timur Tengah sejak dimulainya perang AS-Israel melawan Iran. Menurut departemen tersebut, puluhan ribu warga itu telah pulang dengan selamat.

    Asisten Menteri Luar Negeri Dylan Johnson mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Departemen Luar Negeri telah secara langsung membantu 23.000 warga negara AS di luar negeri, menawarkan panduan keamanan dan bantuan perjalanan.

    Baca Juga: Israel Sebenarnya Menderita Dihujani Rudal Iran, tapi Disensor Zionis

    Dia mengatakan bahwa departemen tersebut telah menyelesaikan lebih dari dua lusin penerbangan charter untuk mengevakuasi ribuan warga Amerika dari Timur Tengah.

    "Sebagian besar warga Amerika yang telah meminta panduan telah menolak bantuan yang ditawarkan, memilih untuk tetap tinggal di negara tersebut atau memesan opsi penerbangan komersial," kata Johnson, seperti dikutip dari CBS News, Selasa (10/3/2026).

    Warga negara Amerika di Oman, Kuwait, Bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar, Arab Saudi, dan Israel yang membutuhkan bantuan perjalanan harus mengisi Crisis Intake Form.

    Presiden AS Donald Trump, dalam wawancara telepon dengan CBS News pada Senin sore, mengatakan perang melawan Iran sudah hampir selesai. Amerika, kata dia, sekarang mempertimbangkan untuk mengambil alih Selat Hormuz.

    "Saya pikir perang sudah sangat lengkap, hampir," katanya, berbicara dari klub golfnya di Doral, Florida.

    "[Iran] tidak memiliki Angkatan Laut, tidak ada komunikasi, mereka tidak memiliki Angkatan Udara. Rudal mereka tinggal sedikit. Drone mereka diledakkan di mana-mana, termasuk pabrik pembuatan drone mereka," lanjut Trump.

    Militer AS mengatakan telah menyerang lebih dari 3.000 target Iran pada minggu pertama operasi.

    "Jika Anda perhatikan, mereka tidak punya apa-apa lagi. Tidak ada yang tersisa dalam arti militer," kata Trump.

    Sementara itu, juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naeini, menolak klaim Trump bahwa perang hampir selesai dengan kehancuran diderita pihak Teheran.

    Jenderal tersebut menegaskan bahwa Teheran, bukan Washington, yang akan menentukan kapan perang berakhir. Dia menggambarkan pernyataan Trump sebagai kebohongan dan menuduhnya mencoba mengeklaim prestasi militer palsu.

    Berbicara kepada kantor berita Tasnim, Naeini mengatakan kemampuan rudal Iran tetap utuh dan serangan terus berlanjut dengan jumlah proyektil yang lebih besar.

    “Kami tahu bahwa amunisi Anda akan segera habis dan Anda mencari jalan keluar yang terhormat dari perang ini," katanya.

    "Mengapa Anda tidak mengatakan yang sebenarnya kepada rakyat Amerika? Trump tidak ingin orang Amerika tahu bahwa semua infrastruktur militer AS di wilayah Teluk Persia telah dihancurkan,” katanya lagi.

    (mas)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Infografis

    3 Alasan Greenland Jadi...

    3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia

    Komentar
    Additional JS