Dilaporkan Ikut Gugur, Media Iran Sebut Istri Khamenei Masih Hidup - Beritasatu
Dilaporkan Ikut Gugur, Media Iran Sebut Istri Khamenei Masih Hidup
Teheran, Beritasatu.com – Media pemerintah Iran secara resmi membantah laporan awal yang menyatakan kematian Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh. Istri dari mendiang pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, tersebut dikonfirmasi masih hidup meskipun sebelumnya dikabarkan tewas dalam serangan udara pada 28 Februari 2026 lalu.
Kantor berita Fars News dan Nournews pada Jumat (13/3/2026) menegaskan bahwa informasi mengenai wafatnya Bagherzadeh tidak akurat. Sebelumnya, beredar kabar bahwa wanita berusia 79 tahun itu meninggal akibat luka parah pascaserangan AS dan Israel pada 28 Februari.
"Istri pemimpin yang gugur itu masih hidup. Informasi awal tersebut tidak akurat," tulis Nournews, kantor berita yang berafiliasi dengan Dewan Keamanan Nasional Iran.
Hingga saat ini, belum ada perincian medis lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan terkini Bagherzadeh.
Klarifikasi ini muncul di hari yang sama saat pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, menyampaikan pesan pertamanya. Dalam pidatonya, putra dari Ali Khamenei tersebut mengenang sosok ayahnya sebagai "gunung" tekad yang tak tergoyahkan.
"Saya mendapat kehormatan melihat jenazah ayah saya setelah kemartirannya. Beliau adalah 'gunung' tekad yang tak tergoyahkan," ujar Mojtaba.
Meskipun Mojtaba mengonfirmasi beberapa anggota keluarganya, termasuk istri, saudara perempuan, dan keponakannya gugur dalam serangan tersebut, ia secara khusus tidak menyebutkan status ibunya, yang selaras dengan laporan bahwa Bagherzadeh selamat.
Mojtaba Khamenei (56) terpilih pada 8 Maret 2026 sebagai pemimpin tertinggi ketiga Iran sejak Revolusi Islam 1979. Penunjukannya terjadi di tengah konflik terbuka dengan Amerika Serikat dan Israel yang kini memasuki minggu kedua.
Pesan pertama Mojtaba mengindikasikan bahwa Iran akan mempertahankan posisi teguh dan terus berjuang.
Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh sendiri dikenal sebagai sosok yang sangat tertutup sejak menikah dengan Khamenei pada tahun 1964. Kehadirannya yang jarang di depan publik membuat informasi mengenai keselamatannya menjadi sorotan penting di tengah transisi kepemimpinan Iran yang krusial ini.