AS dan Israel Akui Banyak Korban Jiwa Saat Perang Lawan Iran Masuk Pekan Ketiga - Tribunnews
Selain rudal, drone-drone Iran juga terus menyasar target-target berentitas AS di berbagai negara sekutu mereka di kawasan Timur Tengah
AS dan Israel Akui Banyak Korban Jiwa Saat Perang Lawan Iran Masuk Pekan Ketiga
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Saat perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran memasuki minggu ketiga, angka korban resmi dari Washington dan Israel menunjukkan peningkatan kerugian di antara personel militer dan warga sipil.
Di sisi lain, di tengah koar-koar Presiden AS, Donald Trump kalau mereka telah mengalahkan Iran, serangan rudal Teheran terus berlangsung setiap hari.
Selain rudal, drone-drone Iran juga terus menyasar target-target berentitas AS di berbagai negara sekutu mereka di kawasan Timur Tengah.
Baca juga: Tujuan Perang Lawan Iran Tak Jelas, Petinggi Intelijen AS Pilih Mundur: Trump Dikibuli Israel
Korban Jiwa AS
Pentagon telah mengkonfirmasi 13 tentara AS tewas sejak operasi militer mereka di Iran dimulai pada 28 Februari.
Para korban itu, termasuk pasukan yang tewas dalam serangan rudal dan pesawat tak berawak Iran serta insiden seperti kecelakaan pesawat.
Para pejabat militer juga melaporkan sekitar 200 anggota militer AS terluka.
Sebagian besar prajurit yang cedera digambarkan masuk dalam kategori luka ringan dan sejumlah tentara dirawat di berbagai negara di kawasan itu, termasuk Kuwait, Arab Saudi, UEA, Yordania, Bahrain, Irak, dan Israel.
Baca juga: Iran Kuat Melawan, Korban Jiwa Tentara AS Meningkat Menjadi 200 Orang di 7 Negara Timur Tengah

Korban Jiwa dan Luka-luka Pihak Israel
Adapun Israel telah mengakui 12 kematian, termasuk warga sipil yang tewas dalam serangan roket Iran dan tentara yang tewas dalam pertempuran di Lebanon selatan.
Front Lebanon ini pecah di tengah gelombang serangan Iran yang lebih luas terhadap kota-kota dan situs militer.
Kementerian Kesehatan Israel mengatakan bahwa rumah sakit setempat telah merawat ribuan korban luka, dengan ratusan orang cedera selama perang berlangsung.
Baca juga: Iran Kuat Melawan, Korban Jiwa Tentara AS Meningkat Menjadi 200 Orang di 7 Negara Timur Tengah
Perang Terus Berlanjut
Perang tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda mereda, dengan kedua pihak saling melancarkan serangan di berbagai front.
Ibu kota regional dan infrastruktur telah dihantam, dan jalur energi seperti Selat Hormuz tetap terganggu.