Ali Larijani Tewas Dibom AS-Israel Saat Kunjungi Rumah Putrinya di Teheran - Tribunnews
Ali Larijani Tewas Dibom AS-Israel Saat Kunjungi Rumah Putrinya di Teheran
Ringkasan Berita:
- Kepala Keamanan Iran Dr Ali Larijani gugur pada Senin (16/3/2026) malam dalam serangan militer Amerika Serikat (AS)-Israel.
- Dr Ali Larijani juga menjabat sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) Iran sejak Agustus 2025 lalu.
- Larijani disebut sebagai sosok negarawan, filsuf, dan ahli strategi politik berpengalaman dari Republik Islam Iran.
- Dia tewas saat sedang mengunjungi kediaman putrinya di Teheran. Putranya tewas dalam kejadian itu.
TRIBUNNEWS.COM, IRAN - Setelah Iran secara resmi mengumumkan kematian kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, Ali Larijani (usia 67 tahun) akibat serangan udara Israel-AS.
Sumber-sumber terpercaya di Iran melaporkan bahwa Larijani tewas bersama putranya bernama Morteza.
"Salah satu ajudannya dan sejumlah pengikutnya juga tewas dalam kejadian itu," menurut Kantor Berita Fars, Rabu (18/3/2026).
Sumber itu juga mengindikasikan bahwa pembunuhan itu dilakukan dengan menargetkan rumah putrinya di daerah Pardis, timur laut Teheran, oleh pesawat tempur milik Amerika Serikat dan Israel.
Saat kejadian Ali Larijani sedang mengunjungi putrinya.
Namun tidak dijelaskan bagaimana kondisi putrinya.
Wilayah Pardis dihantam sekitar pukul 3 pagi pada Selasa (17/3/2026) sebagai bagian dari serangkaian serangan yang dilancarkan Israel terhadap ibu kota dan wilayah Iran lainnya.
Kemudian beberapa jam setelah ledakan, desas-desus beredar di antara beberapa penduduk dan sumber lokal tentang kemungkinan kehadiran tokoh-tokoh resmi di lokasi tersebut.
Khususnya menyebut nama Larijani, selain Ahmad Reza Radan, komandan pasukan keamanan internal Iran.
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengkonfirmasi bahwa Larijani tewas dalam serangan Israel.
Getol melawan AS-Israel
Larijani beberapa hari lalu muncul di jalanan Teheran untuk berpartisipasi dalam unjuk rasa "Hari Quds".
Larijani kemudian memposting di X, menulis bahwa "Para pemimpin Iran berani dan tidak bersembunyi atau gentar," menentang pernyataan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, yang menyatakan bahwa para pemimpin Iran sedang bersembunyi.
Dari keluarga terkemuka di Iran
Larijani berasal dari salah satu keluarga ulama terkemuka di negara itu.
Saudara-saudaranya telah memegang jabatan tinggi sejak revolusi Iran tahun 1979.
Larijani dikenal sebagai tokoh pragmatis yang memiliki pengaruh besar dalam kebijakan keamanan Iran.
Ia memiliki latar belakang akademis di bidang filsafat Barat dan menulis tesis tentang pemikiran Immanuel Kant.
Selain dikenal sebagai intelektual, Larijani juga menjadi figur penting dalam diplomasi Iran, termasuk mendukung kesepakatan nuklir dengan negara-negara Barat pada 2015.
Karier panjang di pemerintahan Iran
Karier politik Larijani mencakup berbagai posisi strategis, mulai dari komandan awal di Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).
Kemudian menjadi Menteri Kebudayaan, kepala lembaga penyiaran negara IRIB, hingga Ketua Parlemen selama tiga periode antara 2008–2020.
Dilansir The Wall Street Journal, ia kembali ke posisi kunci keamanan nasional pada 2025 dan memimpin respons militer Iran terhadap serangan gabungan AS–Israel.
Sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, Larijani dinilai menjadi arsitek strategi keamanan dan militer Iran selama krisis.
Ia juga terlibat dalam koordinasi peluncuran rudal balasan serta pengendalian stabilitas domestik.
Analis menyebut kematiannya sebagai pukulan besar bagi struktur politik dan militer Iran.
Mengutip laporan Al Jazeera, elite Iran melihat Larijani sebagai penghubung penting antara aparat keamanan, militer, dan institusi politik negara.
Sumber: Fars/Al Arabiya