0
News
    Home Amerika Serikat Arab Saudi Berita Dunia Internasional Featured Iran Nuklir Spesial

    Wapres AS: Jika Iran Memperoleh Senjata Nuklir, Arab Saudi Juga Mendapatkannya - SindoNews

    5 min read

     

    Wapres AS: Jika Iran Memperoleh Senjata Nuklir, Arab Saudi Juga Mendapatkannya


    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.


    Jum'at, 06 Februari 2026 - 14:19 WIB

    Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan jika Iran memperoleh senjata nuklir, maka Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya juga akan ikut-ikutan. Foto/New York Times

    WASHINGTON - Wakil Presiden (Wapres) Amerika Serikat (AS) JD Vance memperingatkan bahwa jika Iran memperoleh senjata nuklir, maka itu akan memicu perlombaan senjata nuklir yang meluas di seluruh kekuatan Timur Tengah. Menurutnya, Arab Saudi akan mengikuti langkah Teheran.

    Pernyataannya disampaikan dalam sebuah wawancara dengan jurnalis Megyn Kelly, yang menggambarkannya sebagai "rawa" nuklir.

    Baca Juga: Iran: Kami Siap Perang Jika Itu Maunya AS!

    “Jika Iran mendapatkan senjata nuklir, tahukah Anda siapa yang akan mendapatkan senjata nuklir, seperti keesokan harinya? Arab Saudi dan kemudian negara-negara Teluk Arab lainnya,” kata Vance, seperti dikutip dari WION, Jumat (6/2/2026).

    Vance menekankan bahwa agenda Presiden Donald Trump memprioritaskan pengurangan ancaman senjata nuklir di seluruh dunia. Dia mengeklaim Trump tidak tertarik untuk mengulangi kesalahan yang dibuat selama konflik Irak pada awal tahun 2000-an.

    Dia menambahkan bahwa Washington perlu mencapai keseimbangan yang cermat antara keterlibatan diplomatik dan sikap tegas.

    “Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Itu adalah tujuan kebijakan yang dinyatakan oleh presiden Amerika Serikat,” kata Vance.

    “Yang akan dilakukan presiden adalah dia akan tetap membuka opsi. Dia akan berbicara dengan semua orang. Dia akan mencoba mencapai apa yang bisa dia capai melalui cara non-militer. Jika dia merasa militer adalah satu-satunya pilihan, maka pada akhirnya dia akan memilih pilihan itu,” imbuh Vance.

    Ketika Kelly menanyakan Vance tentang masa depan Iran setelah protes besar terhadap rezim pecah, dia membandingkannya dengan situasi hipotetis di mana AS menangkap pemimpin Venezuela Nicolas Maduro, yang memicu spekulasi bahwa Trump kemudian akan menjalankan negara tersebut.

    Menyoroti perbandingan tersebut, Vance mengatakan: “Presiden sangat menyadari semua hal itu.”

    “Dalam dunia yang ideal, saya akan senang jika sekelompok orang Iran yang mencintai kebebasan, mengambil alih negara mereka sendiri dan memiliki pemerintahan yang jauh lebih ramah terhadap Amerika Serikat. Tentu saja itu akan menjadi hal yang baik,” katanya.

    Vance menambahkan bahwa Trump terus bersimpati kepada rakyat Iran, tetapi senjata nuklir tetap menjadi prioritas utama, dan menambahkan bahwa Iran tidak akan mampu memproduksi senjata nuklir selama Trump berkuasa.

    “Penyebaran senjata nuklir, itu adalah hal yang sangat buruk dan sesuatu yang harus menjadi fokus kebijakan luar negeri 'America First'," kata Vance. "Itulah yang paling dikhawatirkan presiden," imbuh dia.

    Komentar Vance tersebut muncul menjelang perundingan AS dan Iran di Oman pada hari Jumat. Iran telah mengonfirmasi bahwa mereka hanya akan membahas program nuklirnya, sementara otoritas AS menuntut agar perundingan mencakup pembahasan tentang persenjataan rudal balistik Teheran.

    (mas)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Infografis

    Ancam Hancurkan Separuh...

    Ancam Hancurkan Separuh Dunia, Ini Kekuatan Sebenarnya Senjata Nuklir Pakistan

    Komentar
    Additional JS