0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Iran Spesial Vladimir Putin

    Vladimir Putin Temui Pejabat Tinggi Keamanan Iran, Ada Apa? - Viva

    5 min read

     

    Vladimir Putin Temui Pejabat Tinggi Keamanan Iran, Ada Apa?

    Rusia, VIVA – Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan kepala lembaga keamanan tertinggi Iran di Moskow pada Jumat 30 Januari 2026 waktu setempat. Pertemuan ini terjadi di tengah upaya Presiden Amerika Serikat, Donald Trump untuk menekan Teheran agar menyepakati kesepakatan terkait program nuklirnya.

    Penyebab Harga Emas Antam 'Menggila' di Angka Rp3,1 Juta: Isu Greenland dan Tarif Trump Jadi Pemicu Utama

    “Presiden menerima di Kremlin Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Republik Islam Iran, Ali Larijani, yang sedang melakukan kunjungan ke Rusia,” demikian pernyataan Kremlin di situs resminya dikutip dari laman TRT World, Sabtu 31 Januari 2026. 

    Sebelumnya pada Jumat 30 Januari waktu setempat, Presiden AS Donald Trump mengatakan ia yakin Iran, yang merupakan sekutu dekat Rusia, ingin mencapai kesepakatan soal program nuklirnya demi menghindari aksi militer.

    Bos Pentagon Tegaskan Siap Serang Iran: Kami Laksanakan Apapun Trump Inginkan

    Trump juga kembali melontarkan ancaman akan melancarkan serangan terhadap Iran, yang baru-baru ini melakukan penindakan keras terhadap para pengunjuk rasa.

    Kedutaan Besar Iran di Moskow juga sempat membuat pernyataan tertulis di media sosial bahwa pembicaraan antara Putin dan Larijani pada Jumat itu menyoroti hubungan ekonomi serta isu-isu penting di tingkat regional dan internasional, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

    Iran Siaga Perang, Pemerintah Bersiap Hadapi Potensi Serangan Militer AS

    Sementara itu, menurut kantor berita pemerintah Rusia, RIA Novosti, kunjungan tersebut sebelumnya tidak diumumkan kepada publik. 

    Moskow sendiri telah menawarkan diri untuk menjadi mediator antara Washington dan Teheran. Meski Iran muncul sebagai satu sekutu Rusia selama perang di Ukraina, Rusia juga memberikan dukungan internasional yang penting bagi Tehran. 

    Seperti diketahui, hubungan Iran dan AS mulai memburuk ketika aksi protes anti-pemerintah terjadi di Iran. Dalam beberapa kesempatan, AS ikut-ikutan mencampuri urusan dalam negeri Iran.

    Tak hanya itu, AS juga bahkan secara terang-terangan membuka peluang mengambil tindakan sangat keras jika situasi di Iran semakin memburuk. Situasi tersebut diperparah dengan adanya tuduhan demonstrasi berdarah di Iran dimotori oleh AS dan Israel.

    Bahkan baru-baru ini kapal induk AS, USS Abraham Lincoln juga sudah berada di perairan Timur Tengah. Menyusul dengan itu, militer Iran juga tak tinggal diam. Kamis lalu, militer Iran mengumumkan bahwa 1.000 drone “strategis” baru telah bergabung dengan angkatan bersenjata.

    Drone-drone tersebut mencakup drone bunuh diri satu arah, serta pesawat tanpa awak untuk tempur, pengintaian, dan perang siber yang mampu menyerang target tetap maupun bergerak di darat, laut, dan udara.

    “Seiring dengan besarnya ancaman yang kami hadapi, agenda angkatan darat mencakup upaya menjaga dan meningkatkan keunggulan strategis untuk pertempuran cepat serta respons tegas terhadap setiap agresi,” ujar Panglima Angkatan Darat Iran, Amir Hamati, dalam pernyataan singkat.

    Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebelumnya juga menegaskan kemampuannya untuk tetap bertahan dari serangan dan terus meluncurkan rudal balistik maupun jelajah ke arah Israel, serta aset-aset AS di kawasan jika diperlukan.


    Komentar
    Additional JS