Tragis, Ibu dan Bayinya Tewas Dibakar Massa di India karena Tuduhan Ilmu Sihir - Merdeka
Tragis, Ibu dan Bayinya Tewas Dibakar Massa di India karena Tuduhan Ilmu Sihir
4 orang telah ditangkap di Negara Bagian Jharkhand, India timur, terkait dengan kasus pembakaran seorang perempuan dan anaknya yang berusia 10 bulan.

Empat orang telah ditangkap di Negara Bagian Jharkhand, India timur, terkait dengan kasus pembakaran seorang perempuan dan anaknya yang berusia 10 bulan.
Mereka diduga membakar korban karena dicurigai melakukan praktik ilmu sihir pada awal pekan ini.
Mengutip laporan BBC, insiden tragis ini terjadi pada malam Selasa (17/2/2026) di Dusun Kudsai, yang merupakan sebuah permukiman suku terpencil berjarak sekitar 250 kilometer dari ibu kota negara bagian, Ranchi.
Dusun ini terdiri dari sekitar 50 rumah yang terbuat dari tanah dan dihuni oleh komunitas masyarakat adat yang kurang beruntung.
Serangan tersebut tidak hanya mengakibatkan kematian Jyoti dan bayinya, tetapi juga menyebabkan suaminya, Kolhan Sinku, mengalami luka bakar serius.
Saat ini, Kolhan tengah dirawat di rumah sakit akibat cedera yang diterimanya. Berdasarkan keterangan Kolhan dan anggota keluarga lainnya, pihak kepolisian distrik telah secara resmi mencatat kasus ini sebagai dugaan pembunuhan dan persekongkolan untuk melakukan kejahatan.
Selain itu, kepolisian juga telah membentuk tim khusus untuk memburu dan menangkap anggota massa lainnya yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut.
Kejadian ini dipicu oleh serangkaian peristiwa di desa tersebut, termasuk beredarnya kabar mengenai kematian mendadak beberapa ternak dan sakitnya seorang warga bernama Pustun Birua.
Istri Pustun, Jano Birua, menjelaskan bahwa ia membawa suaminya ke penyedia layanan kesehatan informal ketika Pustun mulai mengalami kecemasan dan sering pingsan. Praktik semacam ini umum dilakukan di desa-desa terpencil yang tidak memiliki akses ke dokter.
Menurut Jano, penyedia layanan tersebut menyatakan bahwa suaminya tidak menderita penyakit fisik.
Ketika ditanya mengapa tidak membawa suaminya ke rumah sakit, Jano menjawab, "Kami orang miskin, jadi tidak mungkin membawanya sejauh itu." Di tengah situasi yang mencekam, rumor mulai menyebar bahwa Jyoti adalah pelaku ilmu sihir yang bertanggung jawab atas penyakit yang diderita Pustun.
Tragisnya, pada malam Selasa, Pustun meninggal dunia. Malam itu, Kolhan menjelaskan dari ranjang rumah sakitnya, sekitar selusin orang, termasuk lima perempuan, menyerbu rumah mereka dan membakar istri serta anaknya.
Mengenang peristiwa mengerikan itu, Kolhan mengungkapkan, "Saya memohon dengan tangan terlipat agar masalah ini diselesaikan di dewan desa, tetapi para penyerang tidak mendengarkan saya."
Kejadian Tragis Terjadi Berulang
Data dari Biro Catatan Kejahatan Nasional India menunjukkan bahwa lebih dari 2.500 orang, sebagian besar perempuan, dibunuh di India antara tahun 2000 hingga 2016 karena tuduhan praktik ilmu sihir.
Beberapa bulan sebelum kejadian di Jharkhand, dilaporkan bahwa lima anggota sebuah keluarga di negara bagian tetangga, Bihar, tewas secara brutal dan diduga dibakar hidup-hidup akibat tuduhan yang sama terkait praktik ilmu sihir.
Kasus-kasus seperti ini sering terjadi di daerah yang dihuni oleh komunitas suku terpinggirkan, di mana kepercayaan pada takhayul masih sangat kuat.
Selain itu, kurangnya sistem layanan kesehatan publik menyebabkan banyak warga bergantung pada pengobatan alternatif atau tidak resmi.
Menanggapi kejadian ini, pihak kepolisian berencana untuk melaksanakan program penyuluhan di pedesaan guna meningkatkan kesadaran masyarakat dan mengatasi praktik takhayul yang berujung pada kekerasan.