Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Selat Hormuz Spesial

    Selat Hormuz Memanas, Iran Sita 2 Kapal Tanker Jelang Perundingan dengan AS - SindoNews

    6 min read

     

    Selat Hormuz Memanas, Iran Sita 2 Kapal Tanker Jelang Perundingan dengan AS


    Danur Lambang Pristiandaru

    Penulis

    TEHERAN, KOMPAS.com - Ketegangan di kawasan Teluk Persia meningkat setelah Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Irqan (IRGC) menyita dua kapal tanker minyak asing pada Kamis (5/2/2026) di Selat Hormuz, jalur pelayaran bagi seperlima konsumsi minyak dunia.

    Hal tersebut terjadi beberapa jam sebelum perundingan tingkat tinggi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dijadwalkan berlangsung di Oman pada Jumat (6/2/2026).

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    IRGC menyatakan, kedua kapal tersebut dicegat di dekat Pulau Farsi, sebagaimana dilansir Fox News.

    Baca juga: Ketegangan di Selat Hormuz, Kapal Tanker AS Diadang Kapal Bersenjata Iran

    Iran menuduh kapal-kapal tersebut terlibat dalam jaringan penyelundupan bahan bakar terorganisasi yang telah dipantau selama beberapa bulan.

    Kali Pertama AS-Iran Berunding Langsung di Oman, Apa yang Keduanya Inginkan?

    Kapal-kapal tersebut diduga membawa sekitar 1 juta liter bahan bakar selundupan.

    Di samping itu, 15 awak kapal yang merupakan warga negara asing ditahan dan diserahkan kepada otoritas Iran.

    Otoritas Iran menyebut, tindakan ini sebagai pukulan telak bagi perdagangan bahan bakar ilegal di wilayah yang menjadi jalur vital energi global tersebut.

    Baca juga: Iran Latihan Menembak di Hormuz, AS: Jangan Provokasi

    Hingga saat ini, identitas kewarganegaraan kapal maupun pelabuhan tujuan belum diungkapkan secara resmi oleh pihak Iran.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Di tengah aksi penyitaan tersebut, mantan menteri sekaligus eks kepala penyiaran negara Iran, Ezzatollah Zarghami, mengeluarkan pernyataan yang ditujukan kepada militer AS.

    Zarghami memperingatkan bahwa Selat Hormuz, bisa berubah menjadi medan tempur yang mematikan.

    "Saya yakin bahwa Selat Hormuz akan menjadi tempat pembantaian dan neraka bagi AS," ujar Zarghami pada Kamis.

    Dia menambahkan, Iran akan menunjukkan bahwa Selat Hormuz secara historis adalah milik Iran. 

    "Satu-satunya hal yang bisa dipikirkan orang Amerika hanyalah bermain-main dengan kapal mereka dan memindahkannya dari satu tempat ke tempat lain," papar Zarghami.

    Baca juga: Iran Akan Gempur Selat Hormuz, Peringatkan Kapal-kapal

    Diplomasi berlanjut

    Meski situasi memanas, jadwal pertemuan antara utusan AS dan pejabat Iran di Oman dilaporkan tidak berubah.

    Utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner dijadwalkan tiba di Oman pada Jumat setelah menyelesaikan pembicaraan di Abu Dhabi mengenai isu Rusia dan Ukraina.

    Pihak Gedung Putih melalui Sekretaris Pers Karoline Leavitt menegaskan bahwa Washington tetap mengedepankan jalur dialog.

    "Diplomasi selalu menjadi pilihan pertama (Trump)," ujar Leavitt pada Kamis waktu setempat.

    Pertemuan di Oman ini dianggap sangat krusial di tengah upaya meredam eskalasi di Timur Tengah.

    Baca juga: Kapal Perang AS Tiba, Iran Bergegas Jadwalkan Latihan Militer di Selat Hormuz

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS