Penjelasan Lengkap Ragam Rudal Iran yang Bikin Israel Kelabakan, Trump Bimbang Instruksikan Serangan - Republika
Penjelasan Lengkap Ragam Rudal Iran yang Bikin Israel Kelabakan, Trump Bimbang Instruksikan Serangan
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran dan Amerika Serikat (AS) akhirnya sepakat kembali ke jalur diplomasi demi mencegah peperangan. Sebelum kembali ke meja perundingan yang dijadwalkan digelar di Oman pada Jumat (6/2/2026), seperti dilaporkan Jerusalem Post, Rabu (4/2/2026), Iran sudah lebih dulu mengingatkan AS bahwa negosiasi hanya akan sebatas pada hal pengayaan uranium, tidak soal program rudal balistik mereka.
Iran telah membuktikan bahwa, rudal-rudal balistik mereka saat perang 12 hari pada Juni 2025 sebagai alutsista utama mereka melawan Israel dan AS. Sistem pertahanan udara Israel kewalahan menghalau salvo ratusan rudal yang mengakibatkan tewasnya puluhan orang dan menghancurkan banyak gedung dan apartemen di bagian tengah dan utara Israel.
Apa itu rudal balistik?
Rudal balistik adalah sebuah senjata berpeluncur roket yang dipandu saat awal penjelajahan ke angkasa hingga kemudian jatuh memanfaatkan momentum gravitasi sebelum akhirnya menghantam target. Rudal membawa hulu ledak - senjata konvensional, biologis, kimia, hingga nuklir - dengan beragam jangkauan dari jarak dekat hingga antarbenua, tergantung tipe misilnya.
Baca Juga :
Pasien Cuci Darah di Indonesia Tembus 130 Ribu, Kemenkes Ajak Masyarakat Rutin Cek GinjalNegara-negara Barat menganggap rudal balistik Iran sebagai ancaman bagi stabilitas Timur Tengah dan alat penghantar yang berpotensi membawa bom nuklir jika nantinya Teheran memutuskan untuk memproduksinya. Namun, Iran hingga kini membantah telah atau berniat membuat senjata nuklir.

Tipe dan jarak rudal Iran
Menurut Kantor Direktur Intelijen Nasional AS, Iran adalah negara dengan stok rudal balistik terbanyak di Timur Tengah. Rudal-rudal Iran memiliki jarak jelajah hingga maksimal 2.000 kilometer (km), yang menurut ahli cukup untuk memberikan perlindungan lantaran angka itu mencakup jarak antara Iran dan Israel.
Banyak lokasi penyimpanan rudal Iran berlokasi di Teheran. Setidaknya terdapat lima 'kota rudal' bawah tanah di beberapa provinsi, termasuk di Kermanshah dan Semnan, yang berdekatan dengan kawasan Teluk.
Stok rudal Iran, menurut CSIS, mencakup beragam jenis rudal jarak jauh yang bisa mencapai Israel. Di lini ini termasuk rudal Sejil dengan jangkauan 2.000 km; Emad, 1.700 km; Ghadr, 2.000 km; Shahab-3, 1.300 km; Khorramshahr, 2,000 km; dan Hoveyzeh, 1,350 km.
Media Iran, ISNA pada April 2025 pernah mempublikasikan infografis sembilan rudal Iran yang bisa menjangkuai Israel. Dalam infografis itu tercantum Sejil yang disebut ISNA mampu terbang dengan kecepatan lebih dari 17.000 km per jam dan memiliki daya jelajah hingga 2.500 km; Kheibar, 2.000 km; dan Haj Qasem, 1.400 km.
Lembaga penelitian yang berbasis di Washington, Arms Control Association, menyebut rudal balistik Iran termasuk Shahab-1, dengan perkiraan jangkauan 300 km; Zolfaghar 700 km; Shahab-3 800-1.000 km; Emad-1, sebuah rudal yang masih dalam tahap pengembangan dengan daya jelajah hingga 2.000 km dan Sejil dengan perkiraan jarak jelajah antara 1.500-2.500 km.
Halaman 2 / 3
Strategi dan pengembangan rudal
Iran mengatakan, rudal balistik mereka mampu menyediakan sistem penangkal penting dan serangan balasan kuat terhadap AS, Israel dan target potensial lain di kawasan. Menurut sebuah laporan pada 2023 yang dibuat oleh peneliti senior di Yayasan Demokrasi Pertahanan berbasis di AS, Ben Talebu, Iran terus mengembangkan depot rudal bawah tanah lengkap dengan sistem transportasi dan peluncurannya, dan juga tempat produksi dan penyimpanan di bawah tanah.
Menurut laporan Talebu, pada 2020, untuk pertama kalinya Iran berhasil meluncurkan rudal balistik dari bawah tanah.
"Rekayasa-balik dan produksi rudal selama bertahun-tahun telah mengajarkan Iran tentang cara memperpanjang daya jelajah dan membangun rudal-rudalnya dengan material komposit yang lebih ringan untuk meningkatkan jangkauan rudal," demikian kata laporan itu.
Pada Juni 2023, seperti laporan IRNA, Iran mempresentasikan apa yang disebut para pejabat militernya sebagai rudal hipersonik pertama yang berhasil mereka buat. Rudal hipersonik diberi nama Fattah itu, dapat terbang setidaknya lima kali lebih cepat dari kecepatan suara dan melesat pada lintasan yang lebih kompleks, yang membuatnya lebih sulit untuk diintersep.
Arms Control Association mengatakan, progam rudal Iran sebagian besar berdasarkan desain dari Korea Utara dan Rusia yang dibantu produksinya oleh China. Iran juga diketahui memiliki rudal yang diluncurkan dari kapal perang seperti Kh-55, yang mampu menjelajah jarak hingga 3.000 km.
Told CNN:
Iran and the U.S. are at a fateful point in time:
We can achieve a fair and equitable deal to ensure no nuclear weapons. This mutually beneficial outcome is possible even in a short period of time.
On the other hand, there may be miscalculation and even aggression.… — Seyed Abbas Araghchi (@araghchi) February 1, 2026
Halaman 3 / 3
Rudal bawah laut
Pekan lalu, Iran menyingkap sebuah jaringan terowongan bawah laut yang diduga menjadi tempat ratusan rudal penjelajah jarak jauh tersimpan, sambil mengingatkan bahwa Selat Hormuz tak akan aman jika negara itu diserang. Dalam potongan video yang disiarkan televisi Iran dilansir the New Arab, Kamis (29/1/2026), Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) Alireza Tangsiri terlihat berada di fasilitas tersebut sambil memamerkan deretan roket dan rudal yang siap diluncurkan.
Tangsiri mengatakan, bahwa Angkatan Laut IRGC memiliki satu jaringan rudal bawah tanah di bawah laut, yang dikembangkan untuk menghadapi ancaman kapal-kapal Amerika Serikat (AS) yang beroperasi di kawasan Teluk dan Laut Oman. Dia mengatakan, jaringan bawah tanah itu menyimpan ratusan rudal penjelajah dengan jangkauan hingga 1.000 kilometer.
Dia menambahkan, rudal "Qader 380 L", yang dibuat oleh Angkatan Laut IRGC, memiliki jangkauan lebih dari 1.000 kilometer dan diperlengkapi dengan sistem petunjuk pintar yang mampu melacak target hingga sasaran diledakkan.
"Kemampuan kami terus berkembang secara konstan," kata Tangsiri, sambil menegaskan pasukan Iran sudah bersiap untuk menghadapi ancaman di level dan geografi apapun.
