0
News
    Home Donald Trump Dunia Internasional Featured Iran Israel Spesial

    Pasukan Khusus Iran Tiba-tiba Serang Sekutu Amerika, IRGC Bikin Trump dan Israel Panik - Viva

    5 min read

     

    Pasukan Khusus Iran Tiba-tiba Serang Sekutu Amerika, IRGC Bikin Trump dan Israel Panik



    Siap – Pasukan khusus Iran dikabarkan telah melakukan serangan mendadak ke sekutu Amerika Serikat. Hal ini terjadi di tengah perundingan yang cukup alot antara Teheran dan Washington.

    Jaga Marwah Bangsa, Iran Lebih Pilih Perang Lawan AS daripada Menyerah!

    Serangan mendadak ini sontak membuat Amerika dan Israel terkejut. Disitat dari Times of India, pasukan khusus Iran melakukan penggerebekan terkoordinasi di Teheran.

    Mereka yang diringkus adalah individu-individu yang diyakini memiliki keterkaitan dengan mossad Israel. 

    Eropa Desak Warga Tinggalkan Teheran, Perang Amerika Vs Iran Semakin di Depan Mata!

    Aksi serangan yang dilancarkan pasukan khusus Iran itu viral setelah video beredar di media sosial. 

    Dalam tayangan video yang beredar terlihat sejumlah personel bersenjata menahan beberapa pria yang diduga sebagai tersangka. 

    Trump Tambah 60 Jet Tempur di Yordania, Iran Siap Serang Semua Pangkalan Amerika di Timur Tengah

    Penggerebekan itu digambarkan oleh para pejabat sebagai operasi kontra intelijen yang dilakukan pasukan khusus Iran. 

    Iran Ancam Tenggelamkan Kapal Perang Amerika

    Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran nyatanya hingga kini belum juga mereda.

    Kekinian, Teheran menutup sebagian Selat Hormuz dan bahkan menembakkan rudal ke arah perairan penting itu. 

    Dikutip dari berbagai sumber, ini adalah kali pertama Iran menutup sebagian Selat Hormuz. 

    Sikap tegas itu dilakukan saat delegasi Teheran dan Washington sedang berunding soal penghentian program nuklir Iran.

    Di saat bersamaan, Garda Revolusi Iran atau IRGC juga melakukan latihan perang di Selat Hormuz.

    Latihan perang Iran jelang negosiasi nuklir

    Photo :
    • Siap.viva/Reuters

    Sebagai informasi, Selat Hormuz merupakan jalur maritim penting untuk rute perdagangan internasional karena dilalui 20 persen pasokan minyak dunia. 

    Sementara itu, kapal perang AS dan sejumlah alutsista sebelumnya telah bersiaga di laut Arab menyusul ketegangan hubungan Amerika dan Iran.

    Merespon hal tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Ayotollah Khamenei mengancam akan menenggelamkan kapal perang Amerika.

    "Mereka terus mengatakan bahwa kita telah mengirim kapal perang ke wilayah Iran. Oke, tentu saja kapal perang adalah alat yang berbahaya. Tetapi yang lebih berbahaya dari itu adalah senjata yang dapat mengirim kapal perang itu jauh ke bawah laut," tegasnya dikutip pada Rabu, 18 Februari 2026. 

    Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung sikap Presiden AS Donald Trump yang terus sesumbar soal militer Amerika yang diklaimnya terkuat di dunia.


    Komentar
    Additional JS