0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dewan Perdamaian Donald Trump Featured Rusia Spesial

    Menlu Rusia Tegaskan Dewan Perdamaian Trump Tak Bisa Gantikan PBB, Singgung Ambisi AS - Viva

    4 min read

     

    Menlu Rusia Tegaskan Dewan Perdamaian Trump Tak Bisa Gantikan PBB, Singgung Ambisi AS



    VIVA – Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menegaskan bahwa Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait konflik Gaza tidak bisa menggantikan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), di tengah meningkatnya perdebatan soal dominasi Washington dalam mekanisme perdamaian internasional.

    Jelang Pertemuannya dengan Xi Jinping, Trump Tunda Pembatasan Teknologi China di AS

    Pernyataan itu disampaikan Lavrov pada Rabu saat menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan Dewan Perdamaian mengambil alih fungsi PBB dalam menangani situasi di Gaza. "Tidak. Ini cerita yang berbeda," kata Lavrov, Rabu, 11 Februari 2026.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Menurutnya, Amerika Serikat selama ini kurang menyukai mekanisme PBB karena prosesnya menuntut kompromi antarnegara. AS, kata Lavrov, cenderung menginginkan format yang memberi mereka kendali lebih besar dalam menentukan arah penyelesaian konflik.

    Trump Optimis Dapat "Tundukkan" Iran di Meja Perundingan

    AS "tidak menyukai PBB" terlepas dari afiliasi politik, karena di sana "Anda harus membujuk seseorang" dan mendorong kompromi, imbuhnya.

    "Mereka ingin agar mekanisme itu menyerupai dewan perdamaian. Mereka akan berkata, 'Kami akan mengelolanya,' mereka akan memutuskan, dan Anda berkumpul di sana dan mencari solusi," katanya.

    Israel Gabung Board of Peace Bentukan Trump, Bagaimana Sikap RI?

    Sebelumnya pada Januari, Trump mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian dan mengundang para pemimpin dari sekitar 50 negara untuk bergabung dalam inisiatif tersebut.

    Di sisi lain, Rusia membuka peluang dukungan finansial terhadap badan baru itu. Presiden Vladimir Putin menyatakan Moskow siap mengalokasikan dana sebesar 1 miliar dolar AS (hampir Rp17 triliun) yang berasal dari aset Rusia yang sebelumnya dibekukan Amerika Serikat.

    "Kita bisa mentransfer 1 miliar dolar AS dari aset Rusia yang dibekukan di bawah pemerintahan AS sebelumnya ke Dewan Perdamaian," kata Putin dalam pertemuan dengan anggota tetap Dewan Keamanan Rusia pada Rabu (21/1).

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Meski demikian, Putin menegaskan keputusan akhir mengenai partisipasi Rusia akan diambil setelah Kementerian Luar Negeri mempelajari dokumen terkait dan melakukan konsultasi dengan mitra strategis.

    Ia juga menekankan bahwa Rusia secara konsisten mendukung berbagai upaya yang bertujuan memperkuat stabilitas internasional.


    Komentar
    Additional JS