0
News
    Home Amerika Serikat Berita Drone Featured Pentagon Spesial

    Koordinasi Kacau, Pentagon Tembak Jatuh Drone Pemerintah AS dengan Laser - SindoNews

    5 min read

     

    Koordinasi Kacau, Pentagon Tembak Jatuh Drone Pemerintah AS dengan Laser


    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.


    Jum'at, 27 Februari 2026 - 13:06 WIB

    Pentagon tembak jatuh drone Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP) Pemerintah AS di Texas, diduga karena koordinasi buruk antara lembaga militer dan sipil. Foto/CBP

    WASHINGTON - Pentagon telah menembak jatuh pesawat nirawak atau drone yang dioperasikan oleh Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP) Pemerintah Amerika Serikat (AS) di Texas. Drone itu ditembak jatuh dengan sistem laser anti-drone yang kontroversial, diduga karena koordinasi yang kacau antara lembaga militer dan sipil.

    Insiden ini diungkap para anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tanpa merinciwaktu kejadiannya.

    “Kepala kami meledak mendengar berita bahwa Departemen Pertahanan dilaporkan menembak jatuh drone Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan menggunakan sistem anti-pesawat tak berawak berisiko tinggi,” kata tiga anggota Partai Demokrat di Komite Transportasi dan Infrastruktur DPR dalam sebuah pernyataan, yang dilansir CNN, Jumat (27/2/2026).

    Baca Juga: Perundingan AS dan Iran Berakhir Tanpa Kesepakatan, Awas Perang di Depan Mata!

    Sebagai akibat dari insiden tersebut, Administrasi Penerbangan Federal (FAA) menerapkan pembatasan penerbangan sementara pada Kamis malam di atas kota Fort Hancock, Texas, untuk memastikan keselamatan.

    Kota kecil itu terletak sekitar 50 mil selatan El Paso, Texas, di sepanjang perbatasan Meksiko.

    Anggota Partai Demokrat terkemuka di komite DPR, Rick Larsen, bersama dengan anggota DPR André Carson dan Bennie Thompson diberitahu tentang penembakan tersebut pada hari Kamis melalui saluran resmi. Demikian diungkap sumber Kongres kepada CNN.

    “Kami telah mengatakan berbulan-bulan yang lalu bahwa keputusan Gedung Putih untuk mengabaikan rancangan undang-undang bipartisan dari tiga komite untuk melatih operator C-UAS (sistem anti-pesawat tak berawak) secara tepat dan mengatasi kurangnya koordinasi antara Pentagon, DHS, dan FAA adalah ide yang picik. Sekarang, kita melihat hasil dari ketidakmampuannya,” lanjut pernyataan tersebut.

    Penembakan jatuh pesawat nirawak terjadi sekitar dua minggu setelah penggunaan sistem laser militer oleh CBP yang dirancang untuk mengganggu drone di dekat El Paso mendorong FAA untuk tiba-tiba menutup sebagian besar wilayah udara hingga ketinggian 18.000 kaki di atas kota selama 10 hari. Langkah tersebut secara efektif menutup bandara El Paso, tetapi dibatalkan setelah sekitar delapan jam.

    Karena lokasi pembatasan baru yang diterapkan pada hari Kamis, pembatasan tersebut diperkirakan tidak akan berdampak pada penerbangan komersial.

    Anggota Partai Demokrat terkemuka di Subkomite Penerbangan Senat, Tammy Duckworth, menyerukan penyelidikan terhadap “disfungsi” yang membahayakan sistem penerbangan nasional.

    “Situasinya mengkhawatirkan dan membutuhkan penyelidikan independen yang menyeluruh,” kata senator itu dalam sebuah pernyataan.

    “Saya akan meminta Inspektur Jenderal Departemen Pertahanan, Transportasi, dan Keamanan Dalam Negeri untuk meluncurkan penyelidikan bersama atas skandal baru-baru ini di El Paso dan sekarang di Fort Hancock.”

    (mas)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Infografis

    7 Wilayah AS yang Diperoleh...

    7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain

    Komentar
    Additional JS