Kim Jong Un Buka Peluang Dialog dengan AS, Tapi Tidak dengan Korsel - Viva
Kim Jong Un Buka Peluang Dialog dengan AS, Tapi Tidak dengan Korsel
VIVA –Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengatakan bahwa ia membuka pintu untuk dialog dengan Amerika Serikat jika Washington "menarik kebijakan konfrontasinya" dan menghormati negara Korut.
"Jika AS menarik kebijakan konfrontasinya dengan Korea Utara dengan menghormati status negara kami saat ini... tidak ada alasan mengapa kami tidak dapat bergaul dengan baik dengan AS," kata Kim Jong-un dilansir KCNA, Kamis, 26 Februari 2026.
Kim sejauh ini belum menerima tawaran dari Presiden AS Donald Trump, yang telah ia temui tiga kali selama masa jabatan pertama Trump.
Pernyataan Kim "semuanya mengarah pada penolakan yang diharapkan terhadap pembicaraan AS-Korea Utara yang didasarkan pada denuklirisasi, meskipun (Kim) masih membuka pintu untuk dialog jika Washington terlebih dahulu meninggalkan apa yang disebutnya kebijakan permusuhan," kata Yang Moo-jin, mantan presiden Universitas Studi Korea Utara.
Trump berencana untuk melakukan perjalanan ke China dari 31 Maret hingga 2 April. Beberapa ahli Korea Utara termasuk badan intelijen Korea Selatan berspekulasi bahwa Kim dapat bertemu Trump selama kesempatan itu.
Namun, Kim menyebut Korea Selatan sebagai "musuh paling bermusuhan" dan menolak diskusi dengan negara tetangganya, dengan mengatakan "sikap damai yang diadvokasi pemerintah Korea Selatan saat ini di permukaan sangat menipu dan kasar," menurut KCNA.
Sejak menjabat pada Juni tahun lalu, pemerintahan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung telah melakukan upaya untuk memperbaiki hubungan antara negara-negara tetangga yang secara teknis masih dalam keadaan perang, meskipun Korea Utara secara konsisten menolak upaya presiden liberal tersebut.
Kim mengatakan Pyongyang "dapat memulai tindakan sewenang-wenang" jika Korea Selatan melakukan "perilaku yang tidak pantas" yang ditujukan kepada Korea Utara.
"Keruntuhan total Korea Selatan tidak dapat dikesampingkan," kata Kim menurut KCNA.
Kim sebelumnya mengatakan ia akan fokus pada perluasan persenjataan nuklir negaranya.
Hal tersebut disampaikan Kim dalam Kongres Kesembilan Partai Buruh yang berkuasa di Korea Utara yang berlangsung selama seminggu dan ditutup bdengan parade militer di ibu kota Pyongyang pada hari Rabu, lapor KCNA.
"Status internasional negara Asia ini telah meningkat luar biasa" seiring dengan penetapan tujuan kebijakan utama untuk lima tahun ke depan," kata Kim.
"Merupakan tekad kuat partai kami untuk lebih memperluas dan memperkuat kekuatan nuklir nasional kami, dan sepenuhnya menjalankan statusnya sebagai negara nuklir," kata Kim, menurut KCNA.
"Kami akan fokus pada proyek-proyek untuk meningkatkan jumlah senjata nuklir dan memperluas sarana operasional nuklir."
Korea Utara telah merakit sekitar 50 hulu ledak, memiliki cukup bahan fisil untuk memproduksi hingga 40 hulu ledak lagi dan mempercepat produksi bahan fisil lebih lanjut, menurut perkiraan lembaga think tank Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) tahun lalu.