0
News
    Home Australia Berita Featured Kebakaran Kebakaran Hutan Spesial

    Kebakaran Hutan Landa Australia, 1 Orang Tewas dan 350.000 Hektar Lahan Terdampak - Komp

    7 min read

     

    Kebakaran Hutan Landa Australia, 1 Orang Tewas dan 350.000 Hektar Lahan Terdampak

    KOMPAS.com - Australia tengah dilanda kebakaran hutan hebat yang menewaskan sedikitnya satu orang dan menghancurkan ratusan bangunan.

    Kebakaran besar ini melanda wilayah tenggara Australia, khususnya negara bagian Victoria dan New South Wales, dan menyebabkan kerusakan yang sangat luas.

    Sebanyak 300 properti dilaporkan hancur akibat kebakaran hutan tersebut. Selain itu, api telah menghanguskan area seluas hampir dua kali lipat dari wilayah Greater London.

    Skala kebakaran ini membuat pihak berwenang menetapkan status darurat di sejumlah daerah yang terdampak parah.

    Prabowo Kumpulkan Menteri Sektor Ekonomi Jelang Kesepakatan dengan Trump, Ada Apa?

    Baca juga: Saat Korea Selatan Tetapkan Bencana Nasional Usai Kebakaran Hutan Tewaskan 4 Orang...

    Pemerintah Victoria secara resmi mengumumkan keadaan darurat, mengingat besarnya ancaman yang ditimbulkan kebakaran.

    Ribuan petugas pemadam kebakaran dikerahkan ke berbagai titik api, dibantu oleh lebih dari 70 pesawat pemadam yang melakukan penyiraman air dari udara.

    Upaya pemadaman dilakukan siang dan malam untuk mencegah api meluas ke permukiman warga.

    Lebih dari 12 komunitas telah disarankan untuk segera meninggalkan rumah demi keselamatan.

    Evakuasi dilakukan dengan kondisi cuaca panas ekstrem, udara kering, dan angin kencang yang membuat api mudah menyebar dan sulit dikendalikan. Pihak berwenang memperingatkan bahwa kebakaran berpotensi berlangsung selama berminggu-minggu.

    Baca juga: Update Kebakaran Resor Ski di Swiss, Mayoritas Korban Masih Remaja

    350.000 hektar lahan terbakar

    Perdana Menteri Victoria, Jacinta Allan mengungkapkan, terdapat sekitar 30 kebakaran aktif di seluruh negara bagian.

    Dari jumlah tersebut, 10 kebakaran dinilai sangat berbahaya dan terus dipantau.

    Baca juga: Dosen Geologi UGM: Lubang Raksasa di Aceh Tengah Kembaran Ngarai Sianok

    Hingga Minggu (11/1/2026) pukul 08.00 waktu setempat, tercatat sekitar 350.000 hektar lahan telah terbakar. Allan menegaskan bahwa kondisi terburuk belum terlewati.

    “Kita akan melihat kebakaran terus berlanjut untuk beberapa waktu di seluruh negara bagian. Saat ini masih ada kebakaran yang mengancam rumah dan harta benda masyarakat,” ujar Allan, seperti dikutip dari BBC, Senin (12/1/2026).

    Polisi menemukan sisa-sisa tubuh manusia di desa Gobur, dekat kota Longwood, sekitar 110 kilometer di utara Melbourne.

    Baca juga: Sosok Antok Beler, Mantan "Petualang" yang Kini Temukan Makna Valentine di Jalur Gus Dur

    Hingga kini, identitas korban masih belum diketahui. Pemerintah daerah menyampaikan apresiasi kepada para petugas darurat yang bekerja keras dalam proses evakuasi dan penanganan korban.

    Selain menimbulkan kerusakan fisik, asap kebakaran juga berdampak serius pada kualitas udara. Banyak wilayah di Victoria, termasuk kawasan metropolitan Melbourne, mengalami penurunan kualitas udara yang dapat membahayakan kesehatan warga, terutama anak-anak dan lansia.

    Pihak berwenang menyebut kebakaran ini sebagai yang terburuk sejak kebakaran besar Australia pada 2019–2020, yang saat itu menghancurkan wilayah seluas Turki dan menewaskan 33 orang.

    Baca juga: Detik-detik Terjadinya Kebakaran di Resor Ski Swiss, 40 Tewas, 115 Terluka

    Dampak kebakaran 

    Kota kecil Harcourt di dataran tinggi tengah Victoria menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak.

    Seorang petugas pemadam kebakaran bernama Tyrone Rice kehilangan rumahnya sendiri saat sedang bertugas memadamkan api.

    “Ini seperti pukulan telak, tetapi saya bukan orang pertama yang mengalaminya, dan juga bukan yang terakhir,” ujar Tyrone.

    Baca juga: Misteri Bayu Sigit dan Iwan Banderas, Diduga Penyidik KPK yang Peras Rp 10 M

    Kapten pemadam kebakaran setempat, Andrew Wilson, menyebut kebakaran ini sebagai peristiwa yang sangat menyayat hati.

    Sementara itu, Reporter 9 News Australia, Jack Ward yang mengunjungi lokasi terdampak, menggambarkan kehancuran yang tersisa.

    “Yang tersisa dari rumah-rumah ini hanyalah atap seng yang tergeletak di tanah,” katanya.

    Sulit memastikan bahwa satu kebakaran hutan tertentu disebabkan langsung oleh perubahan iklim karena perbedaan cara manusia mengelola lahan.

    Meski begitu, para ilmuwan menjelaskan bahwa perubahan iklim membuat cuaca panas dan kering semakin sering terjadi yang memudahkan muncul dan meluasnya kebakaran hutan.

    Baca juga: Fakta Kebakaran di Grogol Petamburan: 8 Rumah Ludes Terbakar, 19 KK Mengungsi

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS