0
News
    Home Berita China Donald Trump Dunia Internasional Featured Kanada Spesial

    Kanada Batal 'Sepakat' soal Perdagangan Bebas dengan China usai Trump Ancam Tarif 100 Persen - Viva

    3 min read

     

    Kanada Batal 'Sepakat' soal Perdagangan Bebas dengan China usai Trump Ancam Tarif 100 Persen

    Ottawa, VIVA – Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan, negaranya 'tidak memiliki niat' untuk mengejar perjanjian perdagangan bebas dengan China, menyusul peringatan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait rencana penerapan tarif 100 persen terhadap ekspor Kanada.

    Pentagon dan Gedung Putih Rencanakan Serangan Militer ke Iran

    Carney menegaskan bahwa Ottawa tetap berkomitmen pada kewajibannya dalam Perjanjian Kanada-Amerika Serikat-Meksiko (CUSMA), serta tidak akan melanjutkan kesepakatan perdagangan apa pun tanpa melalui proses konsultasi.

    Dalam unggahan di Truth Social, Sabtu, Trump menuduh Carney berupaya menjadikan Kanada sebagai “pelabuhan transit” bagi produk China. “Ia sangat keliru,” tulis Trump.

    Vladimir Putin Temui Pejabat Tinggi Keamanan Iran, Ada Apa?

    Ketegangan meningkat setelah Trump mencabut undangan Ottawa untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace, dengan merujuk pada pidato Carney di World Economic Forum (WEF) yang memperingatkan bahaya pemaksaan ekonomi oleh negara-negara besar.

    Meski sebelumnya Trump mendukung upaya Kanada untuk menjajaki hubungan dagang dengan China, pemerintahan AS kini memandang “kesepakatan awal” Ottawa dengan Beijing sebagai risiko terhadap keamanan perdagangan AS.

    Trump Tetap Pertimbangkan Serang Iran Meski Program Nuklir Tak Timbulkan Ancaman Buat AS

    Kesepakatan yang diselesaikan pada 16 Januari itu memungkinkan masuknya 49.000 kendaraan listrik buatan China ke Kanada setiap tahun dengan tarif sebesar 6,1 persen.

    Sebagai imbalan, Beijing akan menurunkan tarif atas ekspor produk pertanian Kanada, termasuk minyak biji kanola, dari 85 persen menjadi 15 persen mulai 1 Maret.

    Produk lainnya, seperti bungkil kanola, lobster, kepiting, dan kacang polong asal Kanada, akan dibebaskan dari tarif antidiskriminasi China setidaknya hingga akhir 2026.

    “Kesepakatan ini memperbaiki sejumlah persoalan yang berkembang dalam beberapa tahun terakhir,” kata Carney. “Kesepakatan ini sepenuhnya sejalan dengan CUSMA.” (Ant)


    Komentar
    Additional JS