0
News
    Home Ayatollah Ali Khamenei Berita Featured Iran Spesial

    Iran Pecat Bos TV Gara-gara Reporter Salah Ucap 'Matilah Khamenei' saat Live - SindoNews

    5 min read

     

    Iran Pecat Bos TV Gara-gara Reporter Salah Ucap 'Matilah Khamenei' saat Live


    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.


    Jum'at, 13 Februari 2026 - 11:28 WIB


    Iran memecat seorang direktur televisi pemerintah setelah seorang reporter salah ucap Matilah Khamenei saat siaran langsung di tengah demonstrasi pro-pemerintah. Foto/X @khamenei_ir

    TEHERAN - Pihak berwenang Iran telah memecat seorang direktur televisi pemerintah. Musababnya, seorang reporter televisi salah ucap dengan meneriakkan "Matilah Khamenei" saat siaran langsung (live) di tengah-tengah demonstrasi pro-pemerintah.

    Ayatollah Ali Khamenei merupakan Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran. Salah ucap oleh reporter tersebut merupakan kesalahan fatal.

    Insiden itu terjadi selama siaran langsung peringatan ulang tahun ke-47 Revolusi Islam di provinsi Sistan-Baluchistan pada hari Rabu.

    Baca Juga: AS Bersiap Kerahkan Kapal Induk Kedua, Kemungkinan Serang Iran Jika Perundingan Gagal

    Selama siaran langsung, reporter bernama Musab Rasoulizad menggambarkan jumlah peserta demonstrasi, dan mengulangi seruan yang terdengar di kerumunan seperti "Allahu Akbar (Tuhan Maha Besar)".

    Kemudian, dia secara spontan meneriakkan “Marg bar Khamenei (Matilah Khamenei)". Seruan yang biasa terdengar di antara demonstrasi yang diselenggarakan pemerintah adalah “Matilah Amerika” dan “Matilah Israel”.

    “Direktur siaran saluran TV provinsi Hamoun telah dipecat menyusul kesalahan yang terjadi di jaringan provinsi,” kata pihak stasiun televisi pemerintah Iran, seperti dikutip dari Al Arabiya English, Kamis (12/2/2026).

    “Operator transmisi dan pengawas siaran diskors. Staf lain yang terbukti bersalah juga dirujuk ke komite disiplin," lanjut stasiun televisi pemerintah. "Keputusan ini dibuat untuk menjaga disiplin profesional dan melindungi reputasi media."

    Dalam video selanjutnya yang disiarkan televisi pemerintah, Rasoulizad tampak meminta maaf atas apa yang disebutnya sebagai “kesalahan ucapan dan kekeliruan yang disiarkan dan menjadi dalih bagi anti-revolusioner.”

    Demonstrasi pro-pemerintah hari Rabu terjadi beberapa minggu setelah protes anti-pemerintah besar-besaran di Iran, yang pecah pada akhir Desember karena kenaikan biaya hidup. Protes itu mencapai puncaknya bulan lalu.

    Teheran mengakui bahwa lebih dari 3.000 orang tewas selama kerusuhan, termasuk anggota pasukan keamanan dan warga sipil yang tidak bersalah, dan mengaitkan kekerasan tersebut dengan "tindakan teroris".

    Pihak berwenang Iran mengatakan protes dimulai sebagai demonstrasi damai sebelum berubah menjadi "kerusuhan yang dihasut asing" yang melibatkan pembunuhan dan vandalisme.

    Organisasi internasional memperkirakan jumlah korban tewas jauh lebih tinggi. Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis di Amerika Serikat mengatakan 7.002 orang, termasuk 6.506 demonstran, tewas selama protes.

    (mas)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Infografis

    10 Pilot Terhebat Sepanjang...

    10 Pilot Terhebat Sepanjang Sejarah, Salah Satunya Amelia Earhart

    Komentar
    Additional JS