0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Mossad Spesial

    Intelijen Iran Klaim Sukses Lumpuhkan Aset Mossad yang Dilatih untuk Perang Kota - SindoNews

    6 min read

     

    Intelijen Iran Klaim Sukses Lumpuhkan Aset Mossad yang Dilatih untuk Perang Kota


    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.


    Minggu, 08 Februari 2026 - 15:16 WIB


    Intelijen Iran klaim sukses lumpuhkan aset Mossad yang dilatih untuk perang kota. Foto/Press TV

    TEHERAN - Sadeq Ashtari, seorang pemimpin teroris yang dilatih untuk "perang kota" oleh badan intelijen Mossad rezim Israel telah dinetralisir selama bentrokan dengan pasukan intelijen Iran.

    Sadeq Ashtari, yang menerima pelatihan dari petugas Mossad di Erbil, Kurdistan Irak, telah memimpin serangan terhadap kantor polisi di daerah Tehranpars, ibu kota Teheran, pada bulan Januari, menurut berbagai media berita Iran yang melaporkan nasibnya pada hari Sabtu.

    Bentrokan tersebut juga menyebabkan penangkapan anggota sel teror yang tersisa, tambah laporan tersebut.

    Media mengidentifikasi lokasi yang menjadi sasaran teroris pada awal Januari sebagai Kantor Polisi 126 milik Lembaga Penegak Hukum Iran di Teheranpars.

    Melansir Press TV, lokasi tersebut menjadi sasaran sel teroris selama kerusuhan yang didukung Amerika Serikat dan Israel di seluruh Iran yang meletus untuk mencoba mengalihkan protes ekonomi sporadis di seluruh negeri menuju kerusuhan.

    Namun, rencana tersebut segera digagalkan oleh intelijen dan pasukan keamanan Iran, yang menangkap para pemimpin dan menyita gudang senjata, termasuk yang akan dikirim ke ibu kota.

    Tokoh-tokoh Amerika sendiri telah memverifikasi kontribusi asing terhadap kerusuhan tersebut, dengan mantan kepala CIA Mike Pompeo secara terbuka mengkonfirmasi keterlibatan Mossad.

    Para pejabat Iran telah berulang kali menekankan bahwa, meskipun mereka tetap fokus pada penanganan tantangan ekonomi domestik, mereka akan menanggapi dengan tegas setiap ancaman terhadap keamanan, kedaulatan, dan wilayah negara.

    Sementara itu, pasukan keamanan dan intelijen Iran telah menangkap lebih dari 470 orang di tiga provinsi, yang diidentifikasi sebagai tokoh kunci di balik gelombang kerusuhan dan aktivitas teroris baru-baru ini yang terkait dengan jaringan yang didukung asing.

    Kantor provinsi Kementerian Intelijen di Khorasan Razavi mengumumkan pada hari Senin penangkapan 192 teroris bersenjata, yang diidentifikasi sebagai agen utama di balik kerusuhan baru-baru ini di wilayah tersebut.

    Baca Juga: Reformis dan Konservatif Bertarung Ketat di Pemilu Thailand

    Menurut pernyataan resmi, para tahanan terlibat dalam pembunuhan beberapa personel keamanan dan warga sipil, pembakaran masjid, fasilitas layanan publik, dan bus, serta serangan terhadap pusat militer dan penegak hukum.

    Barang-barang yang disita dari kelompok tersebut termasuk beberapa rompi anti peluru, senapan Kalashnikov, senjata berburu, senapan Winchester, dan berbagai senjata tajam seperti belati, pedang, buku jari kuningan, pisau taktis, busur panah, dan rantai.

    Bukti menunjukkan bahwa beberapa individu terkait dengan gerakan permusuhan dan organisasi teroris, dengan hubungan di luar negeri. Yang lain diidentifikasi sebagai anggota geng kriminal kekerasan, yang secara aktif ikut serta dalam kerusuhan bersama rekan-rekan mereka.

    Secara bersamaan, di provinsi Lorestan bagian barat, IRGC mengumumkan penangkapan 134 individu sebagai pemimpin utama dan agen lapangan berpengaruh dari jaringan teroris AS-Israel.

    Pernyataan IRGC menyatakan bahwa individu-individu ini membentuk sel-sel teroris selama kerusuhan baru-baru ini, melakukan tindakan "mirip Daesh".

    Mereka melukai pasukan keamanan dengan senjata api dan senjata tajam, serta membakar dan menghancurkan properti publik dan swasta, termasuk masjid, toko, bank, dan kendaraan pribadi dan umum.

    Di provinsi Zanjan bagian barat laut, polisi melaporkan telah menahan 150 orang yang diidentifikasi sebagai pemimpin utama dan agen di balik kerusuhan baru-baru ini.

    Pihak berwenang mencatat bahwa individu-individu ini bertanggung jawab atas penghancuran properti publik dan swasta serta pembakaran kendaraan secara sengaja di alun-alun provinsi tersebut.

    Kejahatan mereka termasuk menumpahkan darah orang-orang yang tidak bersalah, menghancurkan properti publik dan swasta, mencoba memasuki situs militer, mengganggu ketertiban umum, dan menyebarkan teror di kalangan warga.

    Berbagai senjata tajam dilaporkan disita dari para tahanan.

    Apa yang dimulai akhir bulan lalu sebagai protes damai atas kesulitan ekonomi di seluruh Iran berubah menjadi kekerasan setelah pernyataan publik oleh tokoh-tokoh rezim AS dan Israel mendorong vandalisme dan kekacauan.

    Selama kerusuhan, tentara bayaran yang didukung asing mengamuk di kota-kota, membunuh pasukan keamanan dan warga sipil serta merusak properti publik.

    (ahm)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Infografis

    6 Jenis Rudal Iran yang...

    6 Jenis Rudal Iran yang Mampu Tembus Iron Dome Israel

    Komentar
    Additional JS