Hendak Salat Maghrib, Imam di AS Ditembaki Pria Bertopeng - SindoNews
Hendak Salat Maghrib, Imam di AS Ditembaki Pria Bertopeng
Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Rabu, 25 Februari 2026 - 17:29 WIB

Imam di Utah, Amerika Serikat, ditembaki pria bertopeng. Foto/X/@UtahLiveData
WASHINGTON - Seorang pria bertopeng melepaskan beberapa tembakan ke arah seorang pemimpin Muslim di luar rumahnya di Utah selama bulan suci Ramadan .
Sasaran serangan Senin malam di pinggiran Salt Lake City adalah Shuaib Din, seorang imam yang memimpin Pusat Islam Utah, masjid terbesar di negara bagian itu. Dia tidak terluka, meskipun kendaraannya terkena beberapa tembakan, lapor The Salt Lake Tribune, mengutip polisi.
Din mengatakan kepada surat kabar itu bahwa seorang pria telah duduk di dalam mobil di luar rumahnya sebelum melepaskan tembakan saat dia pergi untuk mengikuti salat Maghrib.
Baca Juga: Intelijen Israel Klaim AS Akan Serang Iran dalam Waktu 5 Hari Kedepan
“Dia tahu rumah saya, tahu mobil saya, tahu jadwal saya,” kata Din, dilansir Anadolu.
Din mengatakan bahwa ia telah berbuka puasa bersama keluarganya di rumah, sekitar dua menit dari masjid. Saat ia keluar dari garasi, pelaku bersenjata, yang mengenakan masker dan hoodie, keluar dari sebuah kendaraan dan melepaskan beberapa tembakan sebelum melarikan diri.
Setelah menghubungi 911, Din mengatakan ia mencoba mendapatkan nomor plat kendaraan tersangka. Pelaku bersenjata itu kemudian kembali, mendekati kendaraan Din dan melepaskan setidaknya delapan tembakan lagi.
Peluru mengenai kursi depan dan belakang serta kaca depan, kata Din. Ia mencoba mengejar tersangka tetapi kemudian menghentikan upaya tersebut.
Polisi mengatakan belum ada tersangka yang ditangkap, menurut laporan tersebut.
Polisi kemudian merilis gambar dari apa yang mereka yakini sebagai kendaraan tersangka, yang digambarkan sebagai mobil penumpang berwarna putih yang mungkin mengalami kerusakan atau ada bagian yang terlepas di bawah bemper depan sisi penumpang.
Dalam sebuah pernyataan, Pusat Islam Utah mengucapkan terima kasih kepada penegak hukum dan mendesak masyarakat untuk menghindari spekulasi, menambahkan bahwa langkah-langkah keamanan yang lebih ketat akan diterapkan di masjid.
Dewan Hubungan Amerika-Islam (Council on American-Islamic Relations), organisasi hak sipil dan advokasi Muslim terbesar di Amerika Serikat, menawarkan hadiah USD5.000 untuk informasi yang mengarah pada penangkapan dan penghukuman. Mereka juga menyerukan peningkatan perlindungan polisi untuk Din dan komunitas Muslim.
Walikota Sandy, Monica Zoltanski, mengatakan para pejabat kota "sangat prihatin" dengan insiden tersebut dan mencatat bahwa kejadian itu terjadi selama Ramadan, bulan yang ditandai dengan puasa, doa, dan refleksi.
“Meskipun motifnya masih dalam penyelidikan, kita tidak dapat mengabaikan bahwa ini terjadi selama bulan suci Ramadan -- waktu untuk berdoa, refleksi, dan perdamaian bagi umat Muslim di seluruh dunia. Hal itu membuat kejadian ini sangat meresahkan bagi komunitas kita,” kata Zoltanski dan Dewan Kota dalam sebuah pernyataan.
Din mengatakan dia tidak tahu siapa yang melakukan serangan itu dan menduga itu mungkin kejahatan kebencian.
“Saya cukup terguncang,” katanya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Infografis

Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil