0
News
    Home Berita Elon Musk Featured Jeffrey Epstein Mark Zuckerberg Spesial

    Email Jeffrey Epstein Klaim “Makan Malam Liar” dengan Mark Zuckerberg dan Elon Musk -Liputan6

    7 min read

     

    Email Jeffrey Epstein Klaim “Makan Malam Liar” dengan Mark Zuckerberg dan Elon Musk

    Dokumen baru DOJ memuat email Jeffrey Epstein yang menyebut rencana makan malam dengan sejumlah tokoh teknologi. Pihak Zuckerberg dan Musk sudah memberi klarifi

    Pelaku pedofil Jeffrey Epstein.
    Pelaku pedofil Jeffrey Epstein. Dok: AP

    Liputan6.com, Jakarta - Dokumen Jeffrey Epstein yang baru saja dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) langsung mencuri perhatian banyak pihak, dan banyak dibicarakan pengguna internet.

    Salah satu bagian paling menjadi sorotan datang dari email Jeffrey Epstein, di mana pelaku kejahatan seksual tersebut menyebut nama besar di industri teknologi.

    Dalam email tertanggal 20 Agustus 2015 kepada miliarder Tom Pritzker, Epstein menyinggung rencana makan malam dengan beberapa tokoh penting Silicon Valley, sebagaimana dikutip dari isi berkas DOJ yang baru dibuka ke publik via New York Post, Selasa (3/2/2026).

    Dalam email balasan ke Tom Pritzker , Epstein menulis, “belum yakin. Saya akan ada janji makan malam dengan Zuckerberg, Musk, Thiel, email EpsteinHoffman, wild (liar).”  

    Menurut laporan Vanity Fair pada 2019, makan malam itu berlangsung di Palo Alto, California. Acara tersebut dikabarkan diadakan oleh salah satu pendiri LinkedIn, Reid Hoffman, untuk menghormati ahli saraf MIT, Ed Boyden. 

    Dijelaskan, pertemuan tersebut memang pernah terjadi. Juru bicara Mark Zuckerberg saat itu, Ben LaBolt, memberikan klarifikasi terkait kehadiran bos Meta tersebut.

    “Mark bertemu Epstein secara sepintas sekali di sebuah makan malam untuk menghormati para ilmuwan yang tidak diselenggarakan oleh Epstein,” kata Ben.

    Ia menambahkan, “Mark sama tidak berkomunikasi lagi dengan Jeffrey setelah makan malam tersebut.” Laporan Vanity Fair juga menyebut Elon Musk memperkenalkan Zuckerberg kepada Jeffrey dalam acara itu.

    Namun, bos Tesla dan X tersebut membantah tuduhan melalui email kepada Vanity Fair. “Saya tidak ingat pernah memperkenalkan Epstein kepada siapa pun, karena saya tidak cukup mengenal orang itu untuk melakukannya. Jeffry sangat jelas orang yang menjijikkan dan Zuckerberg bukan teman saya,” kata Elon Musk saat itu.

    Elon Musk juga menulis pernyataan tegas di platform media sosial miliknya. “Saya tidak pernah menghadiri pesta Epstein mana pun dan telah berkali-kali menyerukan penuntutan terhadap mereka yang telah melakukan kejahatan bersama Jeffrey,” unggahnya di X.

    Dokumen yang diungkap juga mengungkap email membahas soal properti Epstein, termasuk pulau pribadinya, peternakan di New Mexico, dan apartemen di kota New York.

    Salah satu email dikirim oleh tim Hoffman pada 2014 menyebutkan, “Reid akan bermalam di 71st.” Banyak pihak meyakini, ini merupakan alamat townhouse Epstein di Upeer East Side, Manhattan.

    Tahu namanya muncul dan terseret ke dalam kasus Jeffrey Epsetin ini, Hoffman menanggapi mengakui berinteraksi dengan Epstein setelah vonis hukumnya adalah kesalahan besar.

    “Berinteraksi dengan Epstein pasca-hukumannya adalah sesuatu yang sangat saya sesali," tulis Hoffman di akun pribadinya di X. Ia juga meminta agar pihak berwenang terkait untuk membuka penuh seluruh file Epstein demi keadilan bagi para korban.

    Bill Clinton dan Istri Akan Bersaksi dalam Penyelidikan Kongres Terkait Skandal Epstein

    Perbesar
    Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama (kiri) bersama Bill Clinton tiba untuk upacara pelantikan di mana Donald Trump akan diambil sumpahnya sebagai Presiden AS ke-47 di Rotunda Gedung Kongres AS di Washington DC, pada 20 Januari 2025. (Julia Demaree Nikhinson/AFP)

    Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Bill Clinton dan istrinya, Hillary Clinton, yang pernah menjabat sebagai menteri luar negeri AS, telah menyatakan kesediaan untuk memberikan kesaksian dalam penyelidikan kongres terkait mendiang pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein.

    Kepastian tersebut disampaikan oleh juru bicara Bill Clinton melalui media sosial. Dalam unggahannya, ia menulis, "mantan presiden dan mantan menteri luar negeri akan hadir."

    Kesediaan pasangan Clinton ini muncul di tengah rencana DPR AS yang dikuasai Partai Republik untuk melakukan pemungutan suara guna menetapkan Bill dan Hillary Clinton dalam status penghinaan pidana terhadap Kongres karena dianggap mengabaikan panggilan hukum (subpoena).

    Foto Bill Clinton termasuk dalam berkas-berkas terkait Epstein yang dirilis oleh Kementerian Kehakiman AS. Meski demikian, mantan presiden dari Partai Demokrat tersebut telah membantah segala tuduhan pelanggaran.

    Mengutip laporan BBC, jika terlaksana, ini akan menjadi pertama kalinya seorang mantan presiden AS memberikan kesaksian di hadapan sebuah komite kongres sejak Gerald Ford melakukannya pada tahun 1983.

     

    Pernyataan Bill Clinton dan Istri

    Komite Pengawas DPR AS yang dipimpin Partai Republik sebelumnya telah menyetujui langkah untuk menetapkan pasangan Clinton dalam status penghinaan terhadap Kongres pada akhir bulan lalu. Keputusan tersebut mendapat dukungan dari sejumlah anggota Partai Demokrat.

    Ketua Komite Pengawas DPR James Comer dalam pernyataannya saat itu menegaskan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum.

    Para pengacara Clinton sebelumnya menyatakan bahwa surat panggilan tersebut bersifat "tidak dapat ditegakkan secara hukum". Mereka juga menegaskan bahwa klien mereka telah menyerahkan seluruh informasi terbatas yang mereka miliki terkait Epstein.

    Sementara itu, pasangan Clinton menilai panggilan hukum tersebut tidak lebih dari sebuah siasat untuk mempermalukan lawan politik, yang menurut mereka dilakukan atas arahan Presiden Donald Trump.

    Loading

    Komentar
    Additional JS