Desakan Agar Presiden Israel Diringkus saat Tiba di Australia - detik
Muncul desakan agar Presiden Israel, Isaac Herzog diringkus saat tiba di Australia. Herzog diundang Canberra untuk memberikan penghormatan kepada korban penembakan massal di Pantai Bondi yang menargetkan festival Yahudi.
Dikutip AFP, Kamis (5/2/2026), seruan untuk menangkap Herzog, disampaikan anggota Komisi Penyelidikan Internasional Independen PBB, Chris Sidoti yang berprofesi sebagai pengacara HAM. Komisi Penyelidikan Internasional Independen PBB menyelidiki pelanggaran HAM di Israel dan wilayah Palestina.
"Dia (Herzog-red) harus ditangkap jika dia datang," ucap Sidoti dalam seruannya kepada Australia.
Sidoti juga secara terang-terangan menyerukan agar undangan kepada Herzog dicabut atau agar dia ditangkap setibanya di Australia. Dalam pernyataan kepada AFP, Sidoti menyebut Perdana Menteri (PM) Australia, Anthony Albanese, melakukan 'kesalahan bodoh' dengan mengundang kepala negara Israel tersebut.
"Itu keputusan yang salah, dan itu perlu dibatalkan sebelum terlambat," ucapnya.
Herzog diundang untuk melakukan kunjungan selama empat hari mulai Senin (9/2) pekan depan, untuk bertemu dengan komunitas Yahudi di Australia. Undangan itu dilakukan terjadi penembakan massal pada 14 Desember 2025 yang menewaskan sedikitnya 15 orang.
Penembakan itu terjadi saat digelar festival Hanukkah di Pantai Bondi, Sydney. Penyelidikan yang dibentuk PBB pada tahun 2025 menyatakan bahwa Herzog 'menghasut terjadinya genosida' dengan menyebut semua warga Palestina -- "seluruh bangsa" -- bertanggung jawab atas serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.
Israel menolak laporan penyelidikan tersebut, menggambarkannya sebagai "menyimpang dan salah", serta menyerukan pembubaran badan tersebut.
Respons Menlu Australia
Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia, Penny Wong, mengatakan Presiden Israel itu diundang pemerintah sesuai dengan keinginan komunitas Yahudi di Australia.
"Presiden Herzog diundang ke Australia untuk menghormati para korban Bondi dan untuk bersama serta memberikan dukungan kepada komunitas Yahudi Australia setelah serangan teroris dan serangan anti-Semitisme terburuk di tanah kita yang pernah kita saksikan," katanya.
Adapun para aktivis pro-Palestina di Australia menyerukan protes di berbagai wilayah menentang kunjungan Herzog, termasuk di Sydney.
Aksi penembakan di pantai Bondi, Sydney, Australia menewaskan 15 orang. Seorang tersangka penembak ditembak oleh polisi, sementara yang lain ditahan.
Kepolisian New South Wales, Australia mendakwa tersangka pelaku penembakan di Pantai Bondi, Naveed Akram, dengan terorisme, 15 dakwaan pembunuhan, dan sejumlah kejahatan lainnya.
"Polisi akan menyatakan di pengadilan bahwa pria tersebut terlibat dalam tindakan yang menyebabkan kematian, cedera serius, dan membahayakan nyawa untuk memajukan tujuan keagamaan dan menimbulkan ketakutan di masyarakat," kata polisi negara bagian New South Wales, dilansir kantor berita AFP, Rabu (17/12/2025).
"Indikasi awal menunjukkan ini serangan teroris yang diilhami oleh ISIS, sebuah organisasi teroris yang terdaftar di Australia," kata mereka dalam sebuah pernyataan, menggunakan nama lain untuk kelompok Negara Islam (IS).
Pihak berwenang mengatakan Naveed dan ayahnya, Sajid Akram, melepaskan tembakan di sebuah festival Yahudi di Pantai Bondi yang terkenal di Sydney, New South Wales, pada Minggu malam lalu. Serangan itu menewaskan 15 orang dan melukai puluhan lainnya.
Di antara para korban terdapat seorang anak perempuan berusia 10 tahun, dua penyintas Holocaust, dan sepasang suami istri yang ditembak mati saat mereka mencoba menggagalkan serangan tersebut. Dua bendera ISIS buatan sendiri ditemukan di dalam mobil yang terdaftar atas nama Naveed dan diparkir di dekat Pantai Bondi.
Tonton juga video "Warga Gaza Syok, Serangan Israel Targetkan Tenda Pengungsian"