0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Spesial

    AS Beri Warning Terbaru untuk Warga: Tinggalkan Iran Sekarang! - CNBC Indonesia

    2 min read

      

    AS Beri Warning Terbaru untuk Warga: Tinggalkan Iran Sekarang!

    luc, CNBC Indonesia
    Jumat, 06/02/2026 13:40 WIB

    Foto: Warga Iran menghadiri unjuk rasa pro-pemerintah di Taheran, Iran, Senin (12/1/2026). (Stringer/WANA via REUTERS)

    Jakarta, CNBC Indonesia - Peringatan darurat bagi warga Amerika Serikat yang masih berada di Iran diterbitkan menjelang dimulainya putaran penting perundingan dengan Washington di Oman, Jumat (5/2/2026), seiring meningkatnya kekhawatiran bahwa ketegangan antara kedua negara bisa memuncak menjadi konflik yang lebih luas.

    Pemerintah AS melalui Virtual Embassy di Iran mengeluarkan peringatan keamanan pada Jumat pagi yang mendesak semua warga negara Amerika Serikat untuk "segera meninggalkan Iran" dan menyiapkan rencana keberangkatan yang tidak bergantung pada bantuan pemerintah AS. Pesan itu dipublikasikan menjelang pembicaraan bilateral antara AS dan Iran yang dijadwalkan berlangsung di Oman pada hari yang sama.

    Dilansir CNBC International, peringatan itu datang di saat negosiasi antara kedua negara masih memperlihatkan sedikit tanda-tanda kemajuan dalam menyusun agenda pembicaraan yang akan dimulai di Muscat, ibu kota Oman. Dalam pertemuan tersebut, Utusan Khusus AS Steve Witkoff dan menantu Presiden Donald Trump, Jared Kushner, direncanakan akan bertemu dengan tim yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

    Permintaan AS kepada Iran untuk melepaskan cadangan uranium yang diperkaya dan membatasi dukungan terhadap kelompok militan di Timur Tengah, serta larangan pendanaan terhadap aktor non-negara, merupakan beberapa titik perselisihan utama.

    Iran menolak tuntutan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatannya dan mengancam akan menanggapi serangan militer dengan menyerang target militer AS di kawasan maupun Israel.

    Peringatan untuk meninggalkan Iran juga mencerminkan kekhawatiran bahwa dalam konteks hubungan yang tegang, pemerintah AS tidak dapat menjamin keselamatan warganya atau menyediakan bantuan konsuler yang efektif. Oleh karena itu, pesan itu menekankan agar warga AS membuat rencana keberangkatan independen dari jalur bantuan resmi.

    Sejumlah pakar menilai peluang keberhasilan perundingan diperkirakan rendah karena tuntutan masing-masing pihak yang masih jauh berbeda, sementara kekuatan militer AS di kawasan Teluk Arab telah diperkuat dalam beberapa pekan terakhir sebagai bagian dari strategi tekanan untuk mendorong negosiasi.


    (luc/luc)
    Komentar
    Additional JS