0
News
    Home Berita China Dunia Internasional Featured Spesial

    Proyek Ambisius China: Kapal Induk Terbang 120.000 Ton Bisa Angkut 88 Pesawat - Tribunnews

    6 min read

     

    Proyek Ambisius China: Kapal Induk Terbang 120.000 Ton Bisa Angkut 88 Pesawat




    China akan membangun sebuah pesawat raksasa, sebuah kapal induk terbang seberat 120.000 ton.

    Ringkasan Berita:
    • China dikabarkan akan membangun sebuah pesawat raksasa, sebuah kapal induk terbang seberat 120.000 ton.
    • Luanniao nama kapal induk  ini dirancang dengan panjang 242 meter, lebar 684 meter, dan mampu mengangkut 88 pesawat
    • Sebuah konsep kekuatan masa depan yang mencakup "sistem pertahanan udara dan pertahanan terintegrasi".
    • Beberapa pihak menyebut ini hanya bagian dari proganda militer China

    TRIBUNNEWS.COM, CHINA - China tidak main-main.

    Entah realistis atau sekadar propaganda militer namun negara itu konon akan membangun sebuah pesawat raksasa, sebuah kapal induk terbang seberat 120.000 ton.

    Bayangkan sebuah pesawat raksasa seluas satu RT terbang di atas kepala anda.

    Perbandingannya, berat pesawat Airbus A380-800 yang saat ini disebut sebagai pesawat terbang berpenumpang terbesar beratnya 'cuma' 510 hingga 575 ton.

    Rencana China terbongkar

    Rencana proyek ambisius itu dipublikasikan di Lijian, sebuah acara mingguan dari saluran militer stasiun televisi pemerintah China CCTV.

    Informasi itu dipublikasikan pada 10 Januari 2026 lalu yang menjabarkan soal rencana  China yang diistilahkan Nantianmen (Gerbang Surgawi) akan menjadi kenyataan.

    latan kunci dari Rencana Nantianme
    Stasiun televisi pemerintah Tiongkok, CCTV, mengungkap Zihuo, peralatan kunci dari Rencana Nantianmen.

    China menunjukkan ambisinya untuk mendominasi ruang angkasa dengan mewujudkan rencana "Perang Bintang China".

    Program persenjataan China ini menguraikan sistem senjata kedirgantaraan generasi berikutnya.

    Kapal induk terbang itu merupakan kunci dari rencana ‘Nantianmen’ yang diusulkan pada tahun 2017 oleh AVIC (China Aerospace Industry Corporation).

    Sebuah konsep kekuatan masa depan yang mencakup "sistem pertahanan udara dan pertahanan terintegrasi".

    Dengan menggunakan pesawat tempur generasi berikutnya, kendaraan udara tak berawak, dan aset lainnya di udara dan ruang angkasa.

    Dinamakan Luanniao

    Inti dari proyek  Nantianmen adalah Luanniao atau nama dari kapal terbang induk itu.

    Menurut Lijian, Luanniao dirancang dengan panjang 242 meter, lebar 684 meter, dan berat lepas landas maksimum 120.000 ton.

    Ini tampaknya versi dunia nyata dari Helicarrier, kapal induk udara yang berfungsi sebagai pangkalan dalam film Hollywood "The Avengers."

    Luanniao direncanakan untuk membawa hingga 88 pesawat tempur tak berawak yang disebut "Xuannü," yang dinamai menurut nama dewi perang dari legenda Tiongkok yang dikenal karena strategi militernya.

    Xuannü digambarkan sebagai pesawat tempur tak berawak yang sangat lincah, mampu membawa rudal hipersonik dan melakukan pertempuran bahkan di luar atmosfer.

    Pamerkan Senjata Antariksa

    China baru-baru ini memamerkan model-model senjata antariksa yang termasuk dalam rencana Nantianmen di berbagai pameran pertahanan.

    Pada Pameran Penerbangan dan Antariksa Internasional China 2024, sebuah model Baidi, pesawat siluman tak berawak, dipamerkan.

    Tahun lalu, di Pameran Helikopter Internasional Tianjin ke-7, sebuah model Zihuo, pesawat tempur lepas landas dan mendarat vertikal yang termasuk dalam rencana Nantianmen, dipamerkan.

    Zihuo dilengkapi dengan otak kecerdasan buatan (AI) yang mampu mengambil keputusan secara otonom dan dapat terbang dengan kecepatan hingga 800 km/jam.

    Pesawat ini dilaporkan khusus untuk operasi pencarian dan penanggulangan bencana. Luanniao juga telah beberapa kali muncul di Pameran Udara Zhuhai, yang mengarah pada perkiraan bahwa pengembangannya telah memasuki fase konkret.

    Lijian menilai bahwa senjata dalam rencana Nantianmen mendobrak kerangka kerja yang ada dalam aerodinamika, mesin, dan metode penerbangan.

    “Meskipun desain ini masih dalam tahap konsep, desain ini memberikan arah penting untuk pengembangan teknologi kedirgantaraan di masa depan.” 

    Pakar militer Tiongkok Wang Mingzhi mengatakan rencana Nantianmen adalah konsep yang mengintegrasikan teknologi mutakhir individual ke dalam satu sistem."

    “Apakah itu dapat diwujudkan bukanlah pertanyaan lagi, kita harus bertanya apa yang akan diwujudkan terlebih dahulu.”

    Pakar militer barat juga tidak yakin mimpi itu terwujud. "Itu cuma bagian dari strategi propaganda militer China," kata mereka.

    Sumber: SCMP/CCTV

     


    Komentar
    Additional JS