Presiden Dewan Eropa Kecam Ambisi Trump 'Caplok' Greenland - Inilah
Presiden Dewan Eropa Antonio Costa. (Foto: dpa/European Council)
Ketegangan diplomatik antara Brussels dan Washington makin mendidih. Presiden Dewan Eropa, Antonio Costa, secara terbuka melontarkan kecaman keras terhadap ambisi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang kembali mengusik kedaulatan Greenland.
Di hadapan sidang pleno Parlemen Eropa di Strasbourg, Rabu (21/1/2026), Costa menegaskan bahwa kedaulatan negara anggota Uni Eropa —dalam hal ini Denmark— adalah harga mati. Segala bentuk ancaman terhadap integritas teritorial anggota mereka disebutnya sebagai tindakan yang sama sekali tidak masuk akal.
"Kami ingin berkomunikasi dengan mitra AS kami, tetapi kami harus bersikap tegas. Ancaman terhadap kedaulatan dan integritas teritorial negara anggota kami sama sekali tidak dapat diterima," ujar Costa dengan nada lugas, menanggapi manuver terbaru Paman Sam.
NATO di Ujung Tanduk?
Costa tidak hanya bicara soal kedaulatan, tetapi juga menyentuh keretakan yang mulai nampak di tubuh NATO. Menurutnya, persatuan aliansi pertahanan tersebut kini tengah dipertanyakan. Di satu sisi, Uni Eropa punya kewajiban melindungi kepentingan anggotanya, namun di sisi lain harus menavigasi hubungan diplomatik yang sangat rumit dengan sekutu utamanya itu.
Situasi ini menjadi dilema bagi Eropa. Namun bagi Costa, ketegasan adalah kunci agar posisi Eropa tidak terus-menerus didikte oleh kepentingan sepihak Gedung Putih.
Ambisi 'Real Estate' Trump di Kutub Utara
Sebagaimana diketahui, Greenland secara hukum adalah bagian sah dari Kerajaan Denmark. Namun, Donald Trump seolah tak peduli dengan hukum internasional. Ia berulang kali menyatakan bahwa Greenland harus bergabung dengan AS.
Alasannya klasik: posisi strategis pulau raksasa tersebut sangat krusial bagi keamanan nasional Amerika, terutama dalam penguasaan jalur Arktik. Bagi Trump, Greenland bukan sekadar wilayah, melainkan aset strategis yang harus dimiliki demi dominasi geopolitik di kutub utara.
Denmark-Greenland Melawan
Tentu saja, Denmark dan otoritas lokal Greenland tidak tinggal diam. Mereka telah mengeluarkan peringatan keras kepada Washington agar menghentikan retorika 'perebutan' pulau tersebut. Kopenhagen menegaskan bahwa integritas teritorial mereka bukan barang dagangan yang bisa ditawar-tawar.
Kini, dukungan penuh dari Dewan Eropa seolah memberi suntikan energi bagi Denmark untuk terus melawan tekanan Washington. Akankah Trump melunak, atau justru hubungan trans-atlantik ini akan benar-benar pecah gara-gara urusan Greenland? Publik dunia kini menunggu langkah balasan dari sang 'Raja Real Estate' di Washington.