Gelombang Panas Australia Sebabkan Kebakaran Hutan - RRI
Gelombang Panas Australia Sebabkan Kebakaran Hutan
KBRN, Sydney: Dua kebakaran hutan seluas lebih dari 3.000 hektar berkobar di dekat kota Longwood dan Walwa, Victoria, Australia. Kebakaran ini terjadi di tengah gelombang panas yang melanda sebagian besar negeri, dilansir dari CNA, Kamis (8/1/2026).
Pemadam kebakaran memperingatkan jutaan warga Australia tentang bahaya kebakaran hutan “katastropik”. Sementara itu, suhu diperkirakan akan melampaui 40 derajat Celcius di beberapa wilayah.
Kebakaran ini telah menghancurkan setidaknya dua bangunan dan diperkirakan akan terus menyebar seiring meningkatnya panas dan angin. Kepala Country Fire Authority, Jason Heffernan, menyebut kondisi ini sebagai “katastropik”.
Ia menjelaskan bahwa ini adalah kondisi kebakaran paling berbahaya yang mungkin terjadi. Heffernan menekankan bahwa keputusan warga akan memengaruhi keselamatan diri sendiri dan keluarga.
Komisaris Manajemen Darurat, Tim Wiebush, menambahkan bahwa api bergerak cepat, tidak dapat diprediksi, dan diperparah oleh angin panas dan kering. Pelaksana gubernur sementara Victoria, Ben Carroll, mendesak warga untuk menyiapkan rencana evakuasi.
Ia memperingatkan betapa menakutkan dan berasapnya lingkungan saat kebakaran, dan menekankan bahwa pengalaman itu tidak seharusnya dialami siapa pun. Sekitar 450 sekolah di Victoria dijadwalkan tutup pada Jumat (9/1/2026).
Sementara itu, larangan total terhadap api telah diberlakukan di beberapa distrik pada Kamis (8/1/2026). Para pemadam kebakaran saat ini sudah berupaya memadamkan titik api di Victoria dan New South Wales.
Jutaan warga di Sydney dan Melbourne diingatkan untuk tetap waspada. Peramal cuaca pemerintah mengatakan gelombang panas “ekstrem” telah melanda Australia.
Badai petir kering diperkirakan muncul di Victoria serta New South Wales Selatan, membawa sedikit hujan, berpotensi memicu kebakaran baru. Ratusan bayi kelelawar dilaporkan mati akibat suhu panas yang ekstrem di South Australia.
Kebakaran hutan saat ini menjadi peringatan nyata akan meningkatnya risiko kebakaran di tengah gelombang panas ekstrem. Warga diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan evakuasi dari pihak berwenang demi keselamatan mereka.