0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Laut Karibia Spesial

    Blokade Maritim AS Masih Berjalan, Kapal Tanker Minyak Lainnya Disita di Karibia - SindoNews

    4 min read

     

    Blokade Maritim AS Masih Berjalan, Kapal Tanker Minyak Lainnya Disita di Karibia

    Jum'at, 16 Januari 2026 - 22:30 WIB

    Pasukan AS menyita kapal tanker lainnya di Karibia. Foto/X/@Southcom

    WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) telah menyita kapal tanker minyak mentah lainnya di Karibia yang diduga membawa minyak yang melanggar sanksi terhadap Venezuela. Penyitaan terbaru itu diungkap para pejabat militer Amerika.

    Penyitaan ini terjadi ketika Presiden AS Donald Trump berupaya memperketat kontrol atas ekspor minyak Venezuela setelah serangan pada 3 Januari yang menculik presiden negara Amerika Selatan itu, Nicolas Maduro.

    Militer AS dan Penjaga Pantai telah menyita lima kapal dalam beberapa pekan terakhir di perairan internasional, termasuk Marinera berbendera Rusia di barat laut Skotlandia.

    Moskow telah mengutuk penyitaan kapal tanker minyak tersebut sebagai pelanggaran Konvensi PBB tentang Hukum Laut.

    Pada hari Kamis (15/1/2026), Komando Selatan AS mengatakan pada X bahwa kapal tanker tersebut – yang diidentifikasi sebagai Veronica dan yang menurut catatan maritim berlayar di bawah bendera Guyana – dinaiki dalam "aksi sebelum subuh."

    Mereka mengklaim, “Kapal tersebut adalah kapal tanker terbaru yang beroperasi menentang karantina yang ditetapkan Presiden Trump terhadap kapal-kapal yang dikenai sanksi di Karibia."

    Unggahan tersebut disertai dengan rekaman udara hitam putih yang buram yang tampaknya menunjukkan pasukan turun ke dek kapal tanker dari helikopter.

    Komando Selatan tidak memberikan lokasi pasti dari penggeledahan tersebut. Data pelacakan kapal menunjukkan Veronica yang berukuran 815 kaki (249 meter) terakhir kali tercatat sekitar 12 hari sebelumnya di lepas pantai Venezuela.

    “Departemen Perang teguh dalam misinya untuk menghancurkan aktivitas ilegal di Belahan Barat,” ungkap Komando Selatan AS, menambahkan penyitaan tersebut merupakan bagian dari Operasi Tombak Selatan.

    Reuters melaporkan pekan ini bahwa Departemen Kehakiman AS telah mengajukan serangkaian tindakan penyitaan sipil non-publik di pengadilan AS untuk mendapatkan surat perintah penyitaan puluhan kapal tanker lain yang diduga menghindari sanksi dan membawa minyak dari Venezuela, serta Iran dan Rusia.

    Upaya hukum ini merupakan bagian dari kampanye yang lebih luas untuk menegaskan kendali atas pengiriman minyak mentah Venezuela.

    Setelah penculikan Maduro, Trump mengatakan Washington akan “menjalankan” Venezuela selama periode transisi dan membutuhkan “akses total… ke minyak dan hal-hal lain di negara mereka.”

    Menteri Energi AS Chris Wright menyatakan Washington bermaksud mengendalikan penjualan minyak Venezuela "tanpa batas waktu."

    Tindakan AS tersebut telah memicu kecaman internasional. Rusia menyebut penangkapan Maduro sebagai "pelanggaran mencolok" terhadap hukum internasional dan menegaskan kembali solidaritasnya dengan Venezuela "dalam menghadapi ancaman neo-kolonial yang terang-terangan dan agresi bersenjata eksternal," menyerukan pembebasan Maduro segera.

    Baca juga: Mengapa Akses ke Minyak Mentah Berat Venezuela Bikin Girang Kilang Minyak AS?

    (sya)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Infografis

    8 Agenda Prioritas Presiden...

    8 Agenda Prioritas Presiden Prabowo Subianto di 2026

    Komentar
    Additional JS