Belgia Koreksi Klaim AS tentang Gabung Dewan Perdamaian Trump - SindoNews
Belgia Koreksi Klaim AS tentang Gabung Dewan Perdamaian Trump
Jum'at, 23 Januari 2026 - 15:57 WIB
Presiden AS Donald Trump menandatangani piagam Dewan Perdamaian di Davos. Foto/white house
BRUSSEL - Menteri Luar Negeri (Menlu) Belgia Maxime Prevot membantah negaranya berpartisipasi dalam 'Dewan Perdamaian' yang diluncurkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Davos pada hari Kamis (22/1/2026). Panel kontroversial tersebut diresmikan dengan upacara penandatanganan piagam di sela-sela Forum Ekonomi Dunia.
Prevot mengeluarkan koreksinya pada hari Jumat, setelah layanan pers Gedung Putih mencantumkan Belgia sebagai anggota. “Belgia TIDAK menandatangani Piagam Dewan Perdamaian. Pengumuman ini tidak benar,” tulis menteri tersebut.
Dia menambahkan Brussel menginginkan “respons Eropa yang umum dan terkoordinasi” terhadap Gaza dan memiliki keberatan yang sama tentang badan baru tersebut dengan sekutu tradisional AS lainnya di Eropa.
Presiden Dewan Eropa Antonio Costa menggemakan kekhawatiran tersebut, dengan mengatakan, “Kami memiliki keraguan serius tentang sejumlah elemen dalam piagam Dewan Perdamaian yang berkaitan dengan ruang lingkupnya, tata kelolanya, dan kesesuaiannya dengan Piagam PBB.”
Meskipun secara lahiriah dibentuk untuk mengimplementasikan kesepakatan perdamaian Israel-Hamas yang dimediasi Washington, para kritikus menuduh panel tersebut melampaui mandatnya, mengesampingkan PBB dan memberikan kekuasaan yang tidak proporsional kepada ketuanya – posisi yang dipegang Trump.
Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan dukungan untuk misi yang dinyatakan dewan tersebut untuk memperbaiki kondisi di Gaza dan menawarkan untuk menyumbangkan sebagian dana kedaulatan Rusia yang dibekukan oleh AS untuk tujuan tersebut.
Sebanyak 19 pejabat bergabung dengan Trump pada penandatanganan tersebut, termasuk perwakilan dari entitas Kosovo yang diakui sebagian. Mesir, yang juga tercantum oleh Gedung Putih, tidak berpartisipasi.
Beberapa negara mengatakan mereka mendukung proposal tersebut tetapi tidak menandatangani piagam tersebut. Undangan dilaporkan dikirim ke lebih dari 50 negara, meskipun Trump mengatakan dia membatalkan undangan Kanada setelah perselisihan publik dengan Perdana Menteri Mark Carney.
AS adalah satu-satunya anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang bergabung dengan dewan tersebut.
Baca juga: Putin Tuding Denmark Selalu Perlakukan Greenland Seperti Koloni
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Infografis

Chronic Venous Insufficiency, Penyakit yang Diderita Donald Trump