AS Ingin Caplok Greenland, Putin: Itu Bukan Urusan Rusia - SindoNews
AS Ingin Caplok Greenland, Putin: Itu Bukan Urusan Rusia
Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Kamis, 22 Januari 2026 - 09:18 WIB
Presiden Vladimir Putin menyatakan nasib Greenland yang terancam dicaplok Presiden AS Donald Trump bukan urusan Rusia. Foto/Sputniknews
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin angkat bicara terkait upaya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengakuisisi Greenland yang membuat Denmark berada di ambang kehancuran dan mengguncang persatuan NATO. Pemimpin Kremlin itu mengatakan dia tidak khawatir tentang masalah tersebut.
"Apa yang terjadi pada Greenland bukanlah urusan kami," kata Putin dalam pidatonya yang disiarkan televisi pada pertemuan Dewan Keamanan Nasional Rusia pada Rabu malam.
Baca Juga: Negara-negara NATO Kerahkan Tentara ke Greenland, Rusia Sangat Prihatin
"Kebetulan, Denmark selalu memperlakukan Greenland sebagai koloni dan cukup keras, jika bukan kejam, terhadapnya. Tapi itu masalah yang berbeda sama sekali, dan saya ragu ada yang tertarik dengan hal itu saat ini," paparnya, yang dilansir NDTV, Kamis (22/1/2026).
"Tentu saja itu tidak menyangkut kami. Saya pikir mereka akan menyelesaikannya sendiri," lanjut Putin, mengingatkan bahwa pada tahun 1917, Denmark telah menjual Kepulauan Virgin kepada Amerika Serikat.
Putin juga mengingatkan bahwa pada tahun 1867, Rusia telah menjual Alaska kepada Amerika Serikat seharga 7,2 juta dolar AS.
Sementara itu, Trump mengeklaim bahwa Greenland adalah wilayah Amerika. Dia pun menyerukan pembicaraan segera dengan Denmark untuk membawa pulau Arktik tersebut di bawah kendali AS, menggambarkan langkah tersebut sebagai hal penting bagi keamanan nasional AS dan NATO.
Trump menyampaikan pernyataan tersebut pada hari Rabu di Forum Ekonomi Dunia di Davos. Dia mengatakan Washington ingin Denmark membuka negosiasi tentang pengalihan kedaulatan atas pulau terbesar di dunia tersebut.
Trump telah lama berupaya mendapatkan kendali AS atas wilayah otonom Kerajaan Denmark tersebut, yang memiliki populasi sekitar 56.000 jiwa, dengan mengeklaim bahwa pulau itu sangat penting untuk melawan apa yang dia gambarkan sebagai ancaman dari Rusia dan China.
Baik Moskow maupun Beijing telah menolak klaim ancaman tersebut. Rusia telah mengecam apa yang disebutnya sebagai percepatan militerisasi Arktik oleh NATO.
“Pulau besar yang tidak aman ini sebenarnya adalah bagian dari Amerika Utara, di perbatasan utara Belahan Barat. Belahan Bumi kami,” kata Trump. “Itu adalah wilayah kami," katanya lagi, seperti dikutip dari TIME.
“Tidak ada kekuatan di NATO yang mampu melindungi Greenland kecuali Amerika Serikat. Akuisisi Greenland oleh kita tidak akan melemahkan NATO, tetapi akan memperkuatnya,” imbuh dia.
Trump mengatakan AS ingin Denmark menyetujui transfer kedaulatan sehingga sistem pertahanan rudal Golden Dome yang diusulkannya dapat dibangun di pulau itu. “Yang kita inginkan adalah sepotong es yang mampu melindungi perdamaian global,” paparnya.
Presiden Amerika itu juga mengeklaim bahwa pasukan AS mengambil alih pertahanan Greenland setelah Denmark diduduki oleh Nazi Jerman selama Perang Dunia II.
“Kami terpaksa bertindak dan mengirim pasukan kami untuk mempertahankan Greenland. Setelah Perang Dunia II, kami mengembalikan Greenland kepada Denmark. Betapa bodohnya kami melakukan itu. Tapi kami melakukannya,” kata Trump.
Dia menambahkan bahwa AS akan bersyukur jika proposal mengenai Greenland diterima, tetapi akan mengingat penolakan. Trump sebelumnya mengatakan dia akan berusaha untuk memperoleh pulau itu “dengan cara mudah atau cara sulit.”
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Infografis

5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi