0
News
    Home Dunia Internasional Featured Gaza Hamas Hizbullah IDF Israel Pilihan

    Iran Minta IDF Akhiri Perang di Gaza, Hizbullah Anggap Israel Kewalahan Lawan Hamas - Halaman all - Tribun Wow

    7 min read

     

    Iran Minta IDF Akhiri Perang di Gaza, Hizbullah Anggap Israel Kewalahan Lawan Hamas - Halaman all - Tribun Wow

    TRIBUNWOW.COM - Iran meminta kepada Israel Defense Forces (IDF) untuk mengakhiri perang dengan Palestina ataupun Hamas.

    Bahkan, IDF atau yang sering disebut Tentara Pertahanan Israel disebut oleh Hizbullah sudah kewalahan untuk menghadapi Hamas.

    Saat ini, Tentara Pertahanan Israel memang masih terus melangsungkan serangan terhadap warga Palestina di Gaza.

    Serangan oleh Israel terhadap Palestina, tentunya tidak sedikit menewaskan korban jiwa.

    Baca juga: Iran akan Beri Hukuman Keras ke Israel Buntut Tewasnya Haniyeh, IRGC: Segera Dilakukan

    Kondisi ini membuat warga Palestina kehilangan keluarga, tempat tinggal, bahkan fasilitas-fasilitas penting seperti rumah sakit, sekolah, bahkan tempat beribadah. 

    Bahkan, negara tetangga juga ikut andil serta turun tangan untuk membela Palestina terhadap serangan Israel.

    Salah satunya Negara Iran, yang terletak di Asia Barat. 

    Iran telah menggelar Latihan militer untuk melancarkan serangan balasan ke Israel.

    Latihan militer dilaksanakan selama 5 hari, mulai tanggal 9-13 Agustus 2024.

    Latihan militer bertujuan untuk memperkuat kemampuan siaga tempur dan meningkatkan kewaspadaan.

    Selain memiliki tujuan, latihan militer ini tentunya memiliki latar belakang, bahwa Iran akan memberikan tindakan serangan balasan terhadap Israel setelah pembunuhan Ismail Haniyeh, seorang pemimpin politik Gerakan Islam atau yang lebih sering disebut dengan Hamas pada 31 Juli 2024, di Teheran.

    Pasalnya, saat ini tentara militer Israel masih terus bertempur di Gaza.

    Baca juga: 4 Pertemuan Prabowo Subianto dengan Sejumlah Pemimpin Negara di IISS, Bahas Pertahanan hingga Gaza

    Seorang petinggi militer Israel, Ziv, yang berpangkat sebagai Mayor Jenderal memperingatkan agar tidak melangsungkan perang dengan Iran selama masih bertujuan untuk memusnahkan Palestina yang berada di Gaza.

    Ziv menilai bahwa Teheran, yang merupakan Ibu Kota Negara Iran adalah musuh utama dari Israel

    Ziv mencatat bahwa masih ada 20 ribu pejuang Hamas yang berkumpul kembali di Gaza.

    "Memang benar bahwa kita perlu berurusan dengan Iran, tetapi kita memerlukan strategi untuk itu, dan untuk itu, kita perlu menutup satu front, menangani yang lain, dan mengejar strategi yang lebih berarti terhadap Iran," kata Ziv, yang sebelumnya mengepalai direktorat operasi militer Israel, dilansir dari Al Jazeera.

    Iran juga menilai bahwa Israel telah kehilangan daya tangkalnya.

    Sementara itu, Iran menyebut Israel telah kehilangan kekuatan untuk mencegah serangan dari Hizbullah.

    Hizbullah yang merupakan kelompok partai politik Muslim Syiah dan kelompok militan yang bermarkas di Lebanon.

    Baca juga: Israel Disebut Buat Kesalahan Strategis Besar karena Bunuh Ismail Haniyeh di Iran, Ini Alasannya

    Dikutip dari Arab News via Tribunnews.com, pada Minggu (25/8/24) Hizbullah meluncurkan ratusan roket dan juga pesawat nirawak yang dianggap merupakan serangan besar.

    Akan tetapi, Israel juga menyerang balik dengan meluncurkan 100 jet yang dianggap mampu untuk menggagalkan serangan.

    Serangan balasan terhadap Israel oleh Hizbullah mendapat pujian dari Iran karena mencapai keberhasilan.

    Namun, Israel tidak mengakui bahwa Hizbullah telah berhasil membalas serangan yang diberikan.

    Hizbullah mengatakan bahwa serangannya terhadap Israel merupakan respons awal akibat terbunuhnya Komandan utamanya dari Lebanon di Beirut pada bulan Juli 2024 lalu.

    Dalam serangan balasan oleh Hizbullah kepada IsraelIsrael cukup kewalahan dan tidak dapat mencegah serangan.

    Iran merupakan pendukung dari HizbullahHamas, dan kelompok militan lain di Suriah, Irak, dan Yaman.

    (Magang TribunWow.com/Marita Nur Isnawati)

    Baca Berita Menarik Lainnya di Google News

    Komentar
    Additional JS