0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Dunia Internasional Featured Iran Israel Konflik Timur Tengah Spesial

    AS Disebut Bakal Dapat Dukungan Negara Teluk di Perang Iran, Pengamat: Perang Bisa Tak Terkendali - Kompas TV

    4 min read

     

    AS Disebut Bakal Dapat Dukungan Negara Teluk di Perang Iran, Pengamat: Perang Bisa Tak Terkendali

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump tiba untuk pemutaran perdana film Ibu Negara AS Melania Trump yang berjudul Melania di John F. Kennedy Memorial Center For The Performing Arts, Kamis, 29 Januari 2026, di Washington, Amerika Serikat. (Sumber: AP Photo/Allison Robbert)

    JAKARTA, KOMPAS.TV - Sejumlah negara Teluk dilaporkan akan memberikan dukungan kepada Amerika Serikat (AS) pada perang melawan Iran.

    Meski begitu, mereka menegaskan tak akan mendeklarasikan perang terhadap Iran.

    Langkah negara Teluk tersebut, dilaporkan karena serangan Iran ke negara mereka setelah serangan yang dilakukan AS-Israel ke Teheran pada 28 Februari.

    Baca Juga: Turki Peringatkan Iran, Negara Teluk Akan Membalas jika Serangan Berlanjut

    Selain itu untuk menjaga Selat Hormuz agar bisa dilewati kapal-kapal tanpa takut ancaman Iran.

    Menurut pengamat Timur Tengah, Faisal Assegaf dukungan tersebut bisa dilakukan dengan berbagai bentuk.

    “Kalau bentuk dukungan ini, bisa dalam bentuk keuangan karena kita tahu negara Arab super tajir di kawasan teluk Persia ini,” ujarnya dalam Sapa Pagi Kompas TV, Senin (23/3/2026).

    Menurutnya dukungan lainnya adalah dengan membiarkan wilayahnya tetap menjadi basis AS-Israel untuk menyerang Iran.

    Faisal Assegaf pun mengomentari mengenai 22 negara yang mengeluarkan pernyataan bersama untuk menjaga Selat Hormuz.

    “Kita akan lihat apakah mereka akan benar berani,” ucap Faisal Assegaf.

    “Karena kan sebelumnya ketika (Presiden AS Donald) Trump meminta bantuan kepada negara-negara NATO ataupun sekutunya di Eropa untuk membantu, memaksa Selat Hormuz agar lalu lintas perdagangan minyak global tidak terganggu itu kan banyak penolakan. Tidak ada yang setuju,” tambahnya.

    Ia pun menegaskan jika benar akhirnya banyak negara yang akan membantu AS, maka perang yang terjadi akan di luar perkiraan.

     “Jika misalkan mereka benar ikut membantu, perang akan menjadi tidak terkendali dan perang akan berlangsung lebih lama,” tuturnya.

    Baca Juga: Netanyahu Murka Rudal Iran Hantam Selatan Israel, Berjanji Lanjutkan Serangan ke Semua Front

    Faisal Assegaf juga mengaku tak kaget dengan keputusan sejumlah negara Arab yang akhirnya memutuskan mendukung AS.

    “Saya kira sikap ini tidak aneh, karena negara Teluk yang bentuknya Monarki sangat mengandalkan sistem pertahanan negaranya kepada Amerika,” ucapnya.

    Bahkan bukan hanya sistem pertahanan negaranya, tetapi juga mengandalkan keberlangsungan rezim Monarki mereka terhadap Amerika.


    Komentar
    Postingan Lebih Baru
    Postingan Terbaru
    Additional JS